Berita

Mantan Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Puji Nigeria, Trump Ajak Negara-negara Blokir Twitter Dan Facebook

RABU, 09 JUNI 2021 | 15:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajak negara-negara di dunia untuk ramai-ramai memblokir Twitter dan Facebook yang menurutnya telah melarang kebebasan berpendapat.

Itu disampaikan oleh Trump dalam pernyataannya yang dirilis pada Selasa (8/6).

Dalam pernyataan tersebut, Trump memberikan selamat kepada Nigeria yang telah melarang akses Twitter. Itu terjadi setelah Twitter menghapus cuitan Presiden Muhammadu Buhari.


"Lebih banyak negara harus melarang Twitter dan Facebook karena tidak mengizinkan kebebasan dan keterbukaan berpendapat. Semua suara harus didengar," ujar Trump.

"Siapakah mereka untuk mendikte yang baik dan yang jahat jika mereka sendiri jahat? Mungkin saya seharusnya melakukannya ketika saya menjadi Presiden. Tetapi Zuckerberg terus menelepon saya dan datang ke Gedung Putih untuk makan malam dan memberi tahu saya betapa hebatnya saya," lanjut dia.

Kemudian secara retoris, di akhir pernyataannya, ia memberikan pertanyaan "2024?" yang mengacu pada pemilihan presiden.

Pada awal tahun ini, Trump telah diusir secara massal dari media sosial setelah insiden kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari. Ia dianggap bertanggung jawab karena seruannya di media sosial diyakini sebagai provokasi terhadap para pendukungnya untuk berkumpul di Capitol Hill, mengacauan sesi Kongres untuk mengesahkan Presiden Joe Biden yang memenangkan pilpres 2020.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya