Berita

Pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie/Net

Ekbis

Pengamat Filsafat: Kritik Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun Sejalan Dengan Instruksi Jokowi

RABU, 09 JUNI 2021 | 14:43 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kritik yang disampaikan pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengenai pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai Rp 1.760 triliun dinilai sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo terkait pengelolaan anggaran.

Dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi selalu mengingatkan para pembantunya untuk memperhatikan manajemen anggaran negara yang tepat, ekonomis dan sesuai dengan kepentingan nasional dan masyarakat umum.

Demikian disampaikan pengamat filasafat, Albertus Dino, dalam keterangan hari Rabu (9/6).
 
Alumni Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara itu juga mengatakan, kritik Connie yang juga anggota Dewan Pakar Partai Nasdem adalah hal yang sangat lumrah terlebih karena Nasdem yang dipimpin Surya Paloh merupakan salah satu pengusung pemerintahan Jokowi sejak periode pertama.

Sudah merupakan tugas dan tanggung jawab Partai Nasdem memastikan pemerintahan Jokowi mengelola anggaran negara sesuai kebutuhan  dan manfaat.

“Dan yang pasti anggaran sebesar Rp 1.760 triliun untuk alutsista tidak boleh jadi bancaan, seperti yang terdahulu yang banyak melahirkan mafia alutsista di Kemenhan,” ujarnya.

Dia menambahkan, kritik yang disampaikan Connie Rahakudini itu adalah pil sehat bagi Menhan Prabowo Subianto untuk lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran dan kebijakan-kebijakan di Kemenhan.

Apalagi sudah ada kader Gerindra, yakni Edhy Prabowo, yang dikenal sebagai anak emas Menhan Prabowo Subianto yang meringkuk sebagai tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Anggaran Rp 1.760 triliun sangatlah besar, dan yang namanya belanja alutsista memang tidak secara langsung memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat beda dengan anggaran pembangunan infrastruktur yang jumlah lebih besar tapi langsung dirasakan oleh masyarakat seperti pembangunan pembangkit listrik, pelabuhan, airport, jalan raya, waduk dan sebagainya,” urai dia lagi.

Belanja alutsista untuk meremajakan alutsista yang sudah usang merupakan bagian dari kewajiban negara dalam hal memastikan keamanan masyarakat terjamin, juga dalam hal memastikan perlindungan terhadap kekayaan negara Indonesia.

“Anggran alutsista Rp 1.760 tirliun itu mungkin tidak akan jadi isu hangat jika pengunaannya transparan dan digulirkan tidak saat perekonomian masyarakat sedang drop akibat pandemi Covid-19 yang tidak tahu sampai kapan akan berakhir. Dimana anggaran negara saat ini lebih baik difokuskan untuk penyelamatan ekonomi dulu dibandingkan belanja alutsista. Kalaupun mau belanja alutsista yang ikuti saja anggaran Restra alutsista sesuai MEF yang harus selesai hingga tahun 2024,” demikian Albertus Dino.

Populer

Bibit Perpecahan Di Internal Kabinet Mulai Terlihat Nyata

Minggu, 18 Juli 2021 | 11:46

Kalau PPKM Darurat Diperpanjang, Sekjen GPI: Lebih Baik Presiden Mundur!

Minggu, 18 Juli 2021 | 02:59

Lieus Sungkharisma: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Mengingatkan Saya pada Gerakan Superiman Tahun 2003

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:45

Dapat Lampu Hijau, Jepang Jadi Negara Pertama Yang Setujui Ronapreve Untuk Pengobatan Covid-19

Selasa, 20 Juli 2021 | 21:48

Setelah Mengaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Kini Dikabarkan Menyesal

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:43

Analisis Joman, Aksi "Jokowi End Game" Diprakarsai Oleh Tiga Kelompok Ini

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:59

Di Bandung, Mahasiswa Mulai Teriak Revolusi

Rabu, 21 Juli 2021 | 19:17

UPDATE

BRI Tanjung Duren Serahkan Grand Prize Mobil Ke Pemenang Panen Hadiah Simpedes

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:37

Komite Eksekutif KAMI Usul Dibuat Dewan Vaksin Nasional untuk Pelototi Anggaran Rp 10 Triliun yang Dicairkan SMI

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:28

Akpol 91 Maknai 30 Tahun Mengabdi, Kapolda NTB Bagikan 1.000 Paket Bansos

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:26

Peneliti: Melonggarkan Pembatasan Covid-19 Berpotensi Ciptakan Strain Baru yang Kebal Vaksin

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:18

JPU Sudah Tepat Menolak Eksepsi Terdakwa Asusila di Lampung

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:17

Bantu Myanmar Perangi Covid-19, Singapura Siap Kirim 200 Konsentrator Oksigen

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:59

Panglima TNI Pastikan Kesiapan Tenaga Tracer Covid-19 di Yogyakarta

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:55

Terinspirasi Vaksinasi Door to Door BIN, Bupati Banjarnegara: Kegiatan Efektif dan Tidak Membuang Biaya

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:46

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,1 Persen Tahun 2021, Kenapa?

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:44

Herman Herry dan Ihsan Yunus Muncul di Analis Yuridis Tuntutan, Dapat Kuota Bansos dari Juliari Batubara

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:31

Selengkapnya