Berita

Pertemuan para menteri G7/Net

Dunia

Inggris Kerahkan Militer Hingga Tim Penjinak Peledak Untuk Amankan KTT G7

RABU, 09 JUNI 2021 | 08:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris mengerahkan ratusan personel militer, pesawat, dan kapal untuk mengamankan situasi menjelang dan selama KTT G7 di Cornwall pada 11 hingga 13 Juni mendatang.

Kementerian Pertahanan Inggris pada Selasa (8/6) mengumumkan, Angkatan Bersenjata akan membantu kepolisian dalam proses pengamanan.

"Dalam sepekan ke depan, TNI akan menyediakan ratusan personel, serta kapal dan pesawat angkatan laut, untuk mendukung polisi dalam menyelenggarakan KTT G7 yang aman dan terjamin," ujar kementerian, seperti dimuat Sputnik.


Selain personel dan peralatan, militer juga akan menyediakan staf perencanaan, dukungan logistik, fasilitas dan tim penjinak senjata peledak (EOD) untuk membantu kepolisian.

Sua pangkalan militer, RNAS Culdrose dan RAF St Mawgan, akan mendukung penyelenggaraan KTT.

"Operasi tersebut akan didanai oleh pemerintah dan tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk penegakan hukum regional," lanjut kementerian.

KTT G7 akan dihadiri oleh para pemimpin dari negara anggota G7, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, Italia, dan Kanada.

Acara tersebut akan berlangsung tepat sebelum pertemuan puncak antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dijadwalkan Rabu depan, 16 Juni.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya