Berita

Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno/Net

Politik

Tiru Megawati, Prabowo Lebih Baik Jadi King Maker Beri Tiket Capres Ke Sandiaga Uno

RABU, 09 JUNI 2021 | 05:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Meski keterpilihannya selalu tertinggi, Prabowo Subianto disarankan pensiun dari kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Pengamat politik Wempy Hadir berpendapat, menghadapi Pilpres 2024 tokoh politik senior harus mengambil sikap politik realistis.

Kata Wempy, bukan tidak mungkin lemahnya respons publik terhadap figur senior akan mengubah konstelasi figur capres dan cawapres.


Wempy kemudian menyinggung sikap Megawati saat Pilpres 2014 silam. Kala itu, Megawati memilih untuk tidak kembali mencalonkan diri meski arus bawah kader PDIP menginginkan putri Soekarno itu bertarung merebut kursi Presiden RI.

Bahkan Megawati kemudian mengusung Joko Widodo bertarung merebut kursi kepemimpinan nasional.

"Walaupun Ibu Megawati didorong oleh kader PDIP masuk bursa pilpres kala itu, namun respon publik sangat lemah. Artinya buat maju bertarung dalam Pilpres kalau sudah disadari bahwa ada kekuatan figur lain yang lebih dahsyat," demikian analisa Wempy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/6).

Wempy meyakini, Prabowo akan menghitung ulang untuk maju Pilpres apabila elektabilitasnya tidak sekuat saat Pilpres 2019 silam.

Atas dasar itu, Wempy kemudian menyarankan Prabowo memilih peran sebagai king maker dan mengusung Sandiaga Uno sebagai Capres dari Gerindra.

"Pilpres 2024 menjadi menarik ketika Prabowo mundur dan memberikan dukungan kepada Sandi. Sandi mempunyai daya tarik yang kuat bagi publik Indonesia," demikian kata Wempy.

Dalam berbagai hasil survei Prabowo selalu mendapatkan posisi teratas. Terbaru Arus Survei Indonesia mendapatkan data bahwa Prabowo adalah Capes terkuat dari unsur pimpinan Partai.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya