Berita

Kandidat capres dan cawapres dari klaster pimpinan partai politik - Arus Survei Indonesia/Rep

Politik

PILPRES 2024

AHY Tempel Ketat Prabowo, Zulhas Jadi Jurukunci

SELASA, 08 JUNI 2021 | 17:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendapat saingan dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2024 dari klaster pimpinan partai politik.

Pada survei yang dirilis Arus Survei Indonesia, Prabowo Subianto unggul 14 persen. Tetapi, dia ditempel ketat Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Yang masih unggul Prabowo Subianto (14,0 persen) tetapi disusul ketat oleh Agus Harimurti Yudhoyono (13,2 persen)," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an dalam diskusi daring bertema "Capres-Cawapres Potensial 2024: Persepsi Publik Berdasarkan Klaster Figur", Selasa (8/6).


Di bawah dua nama itu, menyusul Ketua Umum PKB, A. Muhaimin Iskandar (10,2 persen), Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto (9,2 persen), Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani (8,0 persen), dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh (7,7 persen),

Sementara tiga terbawah ada Presiden PKS, Ahmad Syaikhu (6,7 persen), Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (3,5 persen), dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (3,5 persen).

"Sisanya 24 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab," tujar Ali Rif'an.

Arus Survei Indonesia melakukan survei secara nasional pada 1-7 Mei 2021 di 34 provinsi di Indonesia, dengan metode penarikan sampel adalah multistage random sampling.

Penarikan data responden melalui sambungan telepon dengan format pertanyaan berbentuk kuisioner.

Jumlah responden yakni 1.000 orang dengan margin of error kurang lebih 3,10 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya