Berita

Mantan pemimpin sekaligus salah satu pendiri Masjid Quebec City, Kanada, Mohamed Labidi /Net

Dunia

Pendiri Masjid Quebec City Serukan Lawan Kebencian Pasca Tabrak Lari Yang Tewaskan Satu Keluarga Muslim Kanada

SELASA, 08 JUNI 2021 | 17:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan pemimpin sekaligus salah satu pendiri Masjid Quebec City, Kanada, Mohamed Labidi angkat bicara soal berita tentang serangan mematikan terhadap sebuah keluarga Muslim di London, Ontario, yang terjadi pada Minggu (6/6) malam waktu setempat.

Labidi  mengatakan bahwa  berita tersebut membawa kembali kenangan menyakitkan tentang apa yang terjadi di Kota Quebec empat tahun lalu.

“Ini benar-benar berita yang menyedihkan. Kami terluka hari ini. Sungguh,” ungkap Labidi, seperti dikutip dari CBC, Selasa (8/6).


Pada awalnya, dia bahkan tidak percaya itu terjadi ketika saudaranya memberi tahu dia tentang serangan itu, sebelum akhirnya dia tahu berita tersebut dari media.

Serangan itu menyebabkan empat anggota keluarga tewas dan seorang anak laki-laki terluka. Labidi mengatakan itu adalah insiden yang terisolasi, tetapi juga mengingatkan betapa pentingnya melawan kebencian.

“Kita harus bekerja sama untuk melawan kebencian terhadap warna,” kata Labidi.

“Tidak hanya Islamofobia terhadap Muslim, tetapi juga terhadap Yahudi, terhadap First Nations (masyarakat adat Kanada) , terhadap semua orang,” ujarnya.

“Kanada multikultural dan untuk hidup bersama, kita harus saling menghormati dan memahami,” katanya.

“Mungkin kebencian seperti itu berasal dari ketidaktahuan. Kita harus bekerja untuk melawan ketidaktahuan,” kata dia lagi.

Labidi mengatakan dia terkejut mengetahui bahwa ini terjadi di London, karena dia melihatnya sebagai kota yang inklusif. Dia mengatakan satu orang yang terluka dalam serangan Kota Quebec pindah ke sana bersama keluarganya karena mereka merasa itu adalah tempat yang lebih aman untuk ditinggali.

Pada 29 Januari tahun ini, Perdana Menteri Justin Trudeau dan anggota Parlemen mengambil waktu sejenak untuk memperingati tahun keempat penembakan masjid Kota Quebec - dan menyerukan tindakan untuk memerangi rasisme dan diskriminasi yang menargetkan komunitas Muslim Kanada.

Empat tahun sebelumnya, Alexandre Bissonnette yang berusia 27 tahun memasuki Pusat Kebudayaan Islam Quebec dan melepaskan tembakan tepat sebelum jam 8 malam, menewaskan enam orang dan melukai lima orang lainnya.

Labidi mengatakan saat ini ada upaya untuk mengindoktrinasi orang - mendorong mereka untuk membenci kelompok tertentu.

“Pihak berwenang Kanada harus memantau media sosial dan forum lain untuk membasmi upaya menyebarkan kebencian ini,”katanya, tetapi itu tidak hanya tergantung pada polisi.

Dia mengatakan semua orang harus bekerja sama untuk membangun kesadaran, dan mencegah kejahatan kebencian.

Boufeldja Benabdallah, juga salah satu pendiri Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec, mengatakan dia dipenuhi dengan belas kasih dan empati bagi para korban.

“Ini menunjukkan bahwa kebencian masih ada dan itu bencana,” katanya kepada The Canadian Press.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya