Berita

Ketua PA GMNI Kabupaten Pasaman, Haryadi/Net

Politik

Kongres Alumni GMNI 2021 Diharapkan Hasilkan Sosok Pemersatu

SELASA, 08 JUNI 2021 | 15:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 21-23 Juni 2021 mulai ramai diperbincangkan para kader di seluruh Indonesia.

Kongres IV PA GMNI di Bandung dengan tema "Nasionalisme Menjawab Tantangan Zaman", diharapkan mampu menjadi ajang konsolidasi organisasi, sekaligus merapatkan barisan kaum nasionalis Sukarnois dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan hari ini.

"Kongres ini diharapkan bukan sekedar konsolidasi untuk memilih person pimpinan organisasi, akan tetapi jauh lebih penting jadi momentum untuk bersatu seluruh eks kader kader GMNI," ujar Ketua PA GMNI Pasaman, Haryadi, Selasa (8/6).


Haryadi berharap, kongres PA GMNI kali ini menjadi momentum penting di tengah perubahan global yang terjadi. Di tengah terpaan pandemi Covid-19, momentum kongres GMNI diharapkan mampu menghasilkan gagasan-gagasan serta solusi rekomendasi-rekomandasi berupa rekomendasi untuk bangsa, agar Indonesia mampu bangkit di era new normal.

Menanggapi terkait munculnya sejumlah tokoh-tokoh alumni yang digadang-gadang seperti usulan dari kader Jawa Timur terkait adanya 15 figur sosok pimpinan alumni yang ditawarkan untuk pimpin PA GMNI, menurut Haryadi itu tidak masalah.

"Inilah euforia kongres, banyak tawaran gagadan, solusi, tentu dengan tetap menjaga dan menunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan antar kader-kader se-Indonesia," sebutnya.

Diteruskan Haryadi, itulah dinamika kongres, ada sejumlah potensi-potensi dan tawaran-tawaran yang bermunculan diberikan.

Muncul daftar nama calon ketua PA GMNI beredar melalui layanan pesan singkat pada grup dan beberapa media. Yaitu, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Agung Nugroho (mantan KPUD Jatim/Dewas BPJS), Lilik Indarto Gunawan (PA GMNI Madiun), H. Hari Wuryanto (Wakil Bupati Madiun), Mudjoko (Ketua PA GMNI Magetan), Indra Priangkasa (Ketua PA GMNI Madiun), Whisnu Wardhana (Ketua KPUD Kota Madiun).

Selain itu ada juga Jan Prince Permata (Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden/Wantimpres), Soni Soemarsono (PP PA GMNI), Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UKM), Arief Hidayat (hakim MK), Antasari Azhar (eks Ketua KPK), Karyono Wibowo (Ketua Panitia Kongres), Twedy Noviady (Bendahara Umum DPP KNPI), Palar Batubara (PP PA GMNI), Ahmad Basarah (Ketua DPP PA GMNI), Ugik Kurniadi (Sekjen DPP PA GMNI), Arif Wibowo (anggota DPR RI), Yanu (PA GMNI Kota Blitar).

Seterusnya, Nanang Tyas Puspito (gurubesar ITB), Bambang Wuryanto (anggota DPR/politisi PDIP), Widi Cahyono (PA GMNI Ponorogo), Aria Bima (PP PA GMNI/anggota DPR RI), dan Aven Januar (Ketua PA GMNI Blitar).

Menurut Haryadi, dengan beredarnya nama-nama bakal calon ketum PA GMNI, yang terpenting adalah harus bisa mengkonsolidasikan seluruh potensi para kader yang ada.

Sebab, alumni GMNI saat ini jumlahnya banyak, potensinya juga sangat luar biasa, ini tersebar baik di pusat maupun di daerah.

"Jika potensi ini lebih dikonsolidasi lagi dengan maksimal, maka akan menjadi potensi yang sangat baik buat bangsa Indonesia di masa mendatang," ujar Presidium GMNI 2011-2013 itu.

Semua kader tentu harus bangga bahwa GMNI adalah satu satunya organisasi ekstra kampus hingga hari ini yang alumninya pernah menjadi Presiden Republik Indonesia yakni Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, pimpinan PA GMNI harus bisa terus menjadi perekat seluruh alumni GMNI yang ada. Jelas Haryadi, Ketua Umum PA GMNI saat ini, Ahmad Basarah sudah mampu melakukan itu dengan baik.

"Bung Basarah mampu mengkonsolidasi, menjadi perekat dan telah menunjukkan komunikasi yang sangat baik selama ini, sehingga peran GMNI selalu kelihatan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Haryadi menyebut sosok pimpinan GMNI ke depan juga harus memiliki jaringan yang kuat, dan mampu menempatkan posisi organisasi alumni GMNI untuk andil dalam peran peran kebangsaan dan nasional.

Kongres PA GMNI tahun 2021 akan dilaksanakan dengan sistem hybrid yang akan diikuti oleh 34 pengurus DPD, dan ratusan pengurus PDC, serta unsur pimpinan nasional PA GMNI yang akan hadir secara offline dan online.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Inilah Jurus GoTo Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:08

Relawan SPPG Didorong Bersertifikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:04

Ulama Asal Madura Raih Summa Cum Laude di Universitas Al-Azhar

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:44

Penolakan Publik soal Posisi Polri di Bawah Kementerian Capai 71,9 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:28

MUI Sarankan RI Mundur dari Board of Peace

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:21

GAN Minta Mabes Polri Gelar Perkara Khusus Kasus Pemalsuan IUP

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Asta Cita Prabowo Tak Boleh Berhenti Sebatas Slogan Politik

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:01

Pusjianmar Seskoal Bedah MDA Bersama Pakar dari British Royal Navy

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:55

Selengkapnya