Berita

Cathay Pacific Airways/Net

Dunia

Hong Kong Perpanjang Fasilitas Pinjaman Untuk Cathay Pacific Hingga Juni 2022

SELASA, 08 JUNI 2021 | 11:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Hong Kong telah menyetujui untuk memperpanjang fasilitas pinjaman untuk maskapai penerbangan Cathay Pacific Airways Ltd yang tengah dilanda krisis selama pandemi Covid-19.

Dalam pernyataannya, Cathay mengatakan, pemerintah Hong Kong menyetujui periode penarikan untuk fasilitas pinjaman sebesar 7,8 miliar dolar HK atau setara dengan Rp 14,3 triliun (Rp 1.800/dolar HK) selama satu tahun hingga Juni 2022.

Perpanjangan pinjaman tersebut merupakan bagian dari paket penyelamatan senilai 5 miliar dolar AS yang dianggarkan pemerintah Hong Kong dengan pemegang saham utama Cathay, Swire Pacific dan Air China pada tahun lalu.


Menurut CEO Cathay, Augustus Tang, maskapai belum menarik pinjaman karena mengadopsi serangkaian tindakan untuk menghemat uang. Namun perpanjangan fasilitas pinjaman diberikan pemerintah untuk menciptakan fleksibilitas dalam mengelola likuiditas.

Pada Desember 2020, Cathay memiliki likuiditas 28 miliar dolar HK dan juga mengumpulkan 6,74 miliar dolar HK dari penerbitan obligasi konversi pada Februari, serta 650 juta dolar HK untuk penerbitan obligasi bulan lalu.

Langkah untuk mengakses likuiditas sebanyak mungkin dilakukan ketika penumpang Cathay turun lebih dari 99 persen dibandingkan 2019 karena pandemi Covid-19.

Dampak besar terhadap Cathay disebabkan karena maskapai tersebut tidak memiliki pasar domestik di tengah perbatasan internasional yang sebagian besar ditutup karena pandemi.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya