Berita

Kapal kargo milik perusahaan Israel, ZIM/Net

Dunia

Pekerja Pelabuhan Dukung Gerakan #BlockTheBoat, Kapal-kapal Kargo Israel Bingung Cari Tempat Bongkar Muatan

SELASA, 08 JUNI 2021 | 10:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) yang dilakukan masyarakat internasional untuk mendukung Palestina tampaknya memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi Israel.

Salah satu gerakan yang dilakukan adalah kampanye #BlockTheBoat. Itu merupakan upaya para pekerja di pelabuhan untuk menolak membongkar muatan kapal-kapal Israel.

Seperti yang dialami oleh perusahaan pelayaran terbesar Israel, ZIM. Kapal-kapal kargo milik ZIM harus menelan kerugian yang tidak sedikit setelah para pekerja pelabuhan menolak untuk membongkar muatan mereka.


Pada Sabtu (5/6), kapal kargo Volans milik ZIM menyerah setelah dua pekan menunggu muatannya dibongkar di Pelabuhan Oakland, California.

Menurut Koalisi Act Now to Stop War and End Racism (ANSWER), para pekerja pelabuhan International Longshore and Warehouse Union (ILWU) menolak untuk membongkar muatan karena agresi yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina selama 11 hari pada bulan lalu.

Beberapa afiliasi ILWU, termasuk Local 10, juga menandatangani pernyataan bersama pada pekan lalu yang mengecam rasisme dan ketidakadilan, serta kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Akibatnya, ZIM kehilangan jutaan dolar setiap harinya ketika menunggu di Teluk San Francisco, sembari mencari pelabuhan lain untuk membongkar muatan.

"Karena kendala operasional dan penundaan yang lama di pelabuhan Oakland, dan untuk memenuhi jadwal keberangkatan di Timur Jauh, kami akan mengunjungi Pelabuhan Pantai Barat AS lainnya sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata ZIM, seperti dimuat Middle East Eye.

Berdasarkan jadwal resmi ZIM, kapal kargo Volans seharusnya berlabuh di Oakland pada 24 Mei dan menyeberangi Pasifik ke Shanghai pada 26 Juni.

Tetapi menurut Pusat Sumber Daya dan Pengorganisasian Arab (AROC), saat ini kapal tersebut menuju ke Vancouver, Kanada.

Namun tampaknya usaha ZIM akan sia-sia, lantaran sejumlah kelompok HAM telah menjadwalkan diri untuk berkumpul di pelabuhan, menolak pembongkaran muatan dari kapal Volans.

"Ini menghangatkan hati kami di Jalur Gaza yang terkepung dan seluruh Palestina yang diduduki," ujar anggota komite eksekutif Federasi Umum Serikat Buruh Palestina (PGFTU) di Gaza, Elias al-Jelda.

"Kami menyerukan kepada semua pekerja pelabuhan di seluruh dunia untuk mengintensifkan kampanye boikot terhadap kapal-kapal ZIM dan semua bisnis yang mengambil untung dari apartheid Israel, dalam solidaritas dengan perjuangan rakyat kami untuk kebebasan dan keadilan di Palestina," tambah al-Jelda.

Di pelabuhan New York pada Minggu (6/6), kapal milik ZIM lainnya, Tarragona, menghadapi gerakan serupa. Ratusan orang bergabung dengan koalisi #BlocktheBoat berkumpul di pelabuhan Maher di Elizabeth, New Jersey. Namun, mereka gagal menghentikan pembongkaran muatan Tarragona.

Protes lain telah terjadi di Texas, Washington, dan California. Meskipun tidak jelas apakah semuanya menargetkan kapal-kapal khusus milik Israel yang ingin berlabuh di sana.

​ZIM dianggap sebagai perusahaan pelayaran terbesar ke-10 di dunia, membawa 1,6 persen kargo global di 96 kapal yang dimiliki atau disewanya. Perusahaan tersebut berbasis di Haifa dan didirikan sejak 1945 untuk memfasilitasi pengiriman massal imigran Yahudi ke Palestina.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya