Berita

Taiwan hadapi lonjakan infeksi Covid-19/Net

Dunia

Bangkitnya Covid-19 Di Taiwan Bisa Ganggu Rantai Pasokan Chip Global

SELASA, 08 JUNI 2021 | 09:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bangkitnya Covid-19 di Taiwan membuat khawatir para pelaku teknologi dunia. Lantaran badai virus corona tersebut berpotensi mengganggu pasokan chip yang menjadi industri andalan Taiwan.

Peringatan tersebut telah disampaikan oleh Bloomberg dalam laporannya pada Senin (7/6).

Dalam laporannya, Bloomberg menyoroti penutupan pabrik chip utama King Yuan Electronic Co di Miaoli karena temuan kasus Covid-19.


Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, pabrik tersebut melaporkan 182 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi pada 6 Juni. Mayoritas dari mereka adalah karyawan asing, terutama pekerja pabrik.

Akibat temuan kasus Covid-19, pemerintah mengharuskan semua 2.000 pekerja asing atau sekitar 30 persen dari karyawan pabrik untuk melakukan karantina selama 14 hari.

Sehingga perusahaan hanya bisa bergantung pada pekerja lokal untuk melakukan produksi.

Jurubicara perusahaan, Aaron Chang mengatakan, King Yuan mulai beroperasi kembali, namun dengan jumlah produksi yang lebih rendah dari biasanya.

"Begitu pekerja migran kembali ke jalur produksi dalam dua pekan, perusahaan akan mempercepat produksi untuk menebus kerugian. Perusahaan melihat tidak ada dampak besar pada keuangan dan bisnis tahunan," ujar Chang.

King Yuan memperkirakan, kapasitas produksi dan pendapatan kemungkinan akan turun sekitar 30 persen hingga 35 persen pada Juni.

Menurut Bloomberg, Taiwan merupakan pemasok penting untuk chip. Lonjakan kasus Covid-19 dan dampaknya di Taiwan dapat mengancam rantai pasokan teknologi global, termasuk bagi konsumen, peternakan server, hingga industri mobil.

Sebelum lonjakan kasus di Taiwan, dunia telah menghadapi kelangkaan chip yang memaksa beberapa pabrik mobil tutup.

Menurut otoritas kesehatan Taiwan, lebih dari 11 ribu kasus dan 260 kematian akibat Covid-19 telah dikonfirmasi, sebagian besar tercatat pada lima pekan terakhir.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya