Berita

Ilustrasi rumah warga miskin di Aceh/RMOLAceh

Nusantara

Aceh Provinsi Termiskin Di Sumatera, DPRA Pertanyakan Kinerja Pemprov

SELASA, 08 JUNI 2021 | 08:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyoroti kinerja Pemerintah Aceh terkait pembangunan dan ekonomi 2020. DPR Aceh menilai indikator ekonomi makro Aceh masih di bawah rata-rata nasional, terutama masalah kemiskinan.

Ketua Pansus LKPJ Gubernur Aceh, Sulaiman mengatakan, ada empat rekomendasi dan catatan yang disampaikan ke Pemerintah Aceh.

Yaitu kinerja ekonomi makro Aceh, pengelolaan keuangan Aceh, penyelenggaraan urusan pemerintahan berdasarkan SKPA, serta pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan.


Secara umum, ujar Sulaiman, penilaian kinerja pembangunan dan ekonomi makro Aceh tahun 2020 patut disayangkan. Karena berdasarkan data statistik, secara umum capaian indikator ekonomi makro Aceh masih di bawah rata-rata nasional.

Antara lain angka kemiskinan Aceh berada pada level yang terendah di Pulau Sumatera dan urutan ke 6 di tingkat nasional.

"Jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 (sebelum terjadi pandemi Covid-19) di Aceh yaitu sebanyak 814 ribu orang atau setara 14,99%. Bertambah sebanyak 5 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan September 2019 yang jumlahnya 809 ribu orang atau setara 15,01%," papar Sulaiman dalam rapat paripurna di gedung DPR Aceh, Senin (7/6).

Dituturkan Sulaiman, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2019, direncanakan target kemiskinan sebesar 14,43%. Namun yang terjadi angka kemiskinan Aceh meningkat menjadi 15,01%. Hal ini menunjukkan angka kemiskinan di Aceh tidak mampu mencapai target yaitu selisih sebesar 0,58%.

Sementara data keadaan kemiskinan Aceh terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2020, menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Aceh justru semakin bertambah menjadi 814 ribu orang, sekalipun secara persentase mengalami penurunan, yaitu 14,99%.

"Data tersebut menunjukkan pertambahan penduduk miskin sebanyak 5 ribu jiwa dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2019 yang jumlahnya 809 ribu atau setara 15,01%," jelas Sulaiman, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Kondisi tersebut, lanjut Sulaiman, hanya mampu menempatkan Aceh di posisi kedua setelah Provinsi Bengkulu, sebagai provinsi termiskin se-Sumatera. Lebih lanjut, pada September 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, penduduk miskin di Aceh berjumlah 833 ribu atau 15,43% dari total penduduknya.

"Jumlah kemiskinan di Aceh naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 15.01%, posisi Aceh menjadi termiskin di Pulau Sumatera," Ujarnya.

Bila dikaji secara mendalam, Aceh sebenarnya mendapatkan dana Otsus sejak 2008. Sayangnya, Aceh justru berpredikat sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Sumatera dan menjadi nomor 6 di Indonesia setelah Provinsi Gorontalo, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua yang semuanya berada di Indonesia bagian timur.

"Fakta ini jelas sangat memalukan Aceh sebagai sebuah Provinsi dengan sumberdaya anggaran yang begitu besar. Capaian buruk ini, tentu tidak bisa dibiarkan, untuk kemudian patut disebut sebagai akibat yang timbul dari buruknya tata kelola birokrasi Pemerintah Aceh sehingga berujung pada buruk pula tata kelola penganggaran dan realisasinya," tegas Sulaiman.

Sulaiman menjelaskan, ribuan lembar kertas berisi keterangan dan penjelasan anggaran yang dijabarkan sedemikian rapinya, ternyata tidak menyentuh rakyat Aceh yang dihimpit beban kemiskinan.

"Atas dasar temuan masalah ini, maka DPR Aceh meminta kepada saudara Gubernur Aceh perlu memperhatikan bagaimana tata kelola anggaran beserta segenap potensi daerah dikelola dengan efektif dan efisien sehingga berdampak pada pengurangan jumlah penduduk miskin di Aceh," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya