Berita

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Irwan/Ist

Politik

Demokrat Minta Mahfud MD Hentikan Pernyataan Ngawur Terkait SBY

SELASA, 08 JUNI 2021 | 02:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Politisi Demokrat merespons keras pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD terkait pengalihan tanah ke negara asing banyak terjadi di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Irwan meminta Mahfud MD tidak membuat pernyataan ngawur dan tidak berdasar fakta.

Politisi yang uuga Doktor Ilmu Kehutanan itu menegaskan kalau Mahfud bahkan tidak bisa membedakan definisi hak pengusahaan hutan (HPH) dan hak guna usaha (HGU).


"HPH itu izinnya di kawasan hutan. Jadi, bukan penguasaan atas tanah di Areal Penggunaan lain, tetapi hanya hak untuk mengusahakan hutan atau memanfaatkan potensi kayu di dalam kawasan hutan," demikian kata Irwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/6).

Menurut Irwan yang dibicarakan Mahfud MD sangat aneh jika bicara pengalihan tanah saat pemerintahan bapak SBY kepada asing, tapi bicaranya HPH.

"Kalau bicara hak untuk mengusahakan tanah itu HGU namanya. Kalau HPH itu izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam atau disebut juga IUPHHK-HA. Tanahnya tidak menjadi hak pemegang izin. Jadi, sangat jelas bedanya," tegas Irwan.

Ia meminta Mahfud berhenti menyalahkan pemerintahan sebelumnya.

Kata Wasekjen Partai Demokrat, apa yang dilakukan Mahfud justru akan mempermalukan dirinya sebagai pejabat negara.

"Tapi juga mempermalukan atasannya sendiri yaitu Presiden Jokowi. Kan jadinya seperti pemerintahan ini tidak bisa kerja, tapi bisanya hanya mencari kesalahan pemerintah sebelumnya," demikian kata Irwan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya