Berita

KAMI menyampaikan sikap tentang pegawai KPK tak lolos TWK/RMOL

Politik

KAMI: Pegawai Tidak Lolos TWK Bisa Buat LSM Kampanyekan Pencegahan Korupsi

SENIN, 07 JUNI 2021 | 23:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) menggelar aksi dukungan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/6).

Kordinator Nasional KAMI Husnul Jamil mengatakan, aksi ini merupakan dukungan untuk KPK agar lebih berfokus kepada kasus pemberantasan korupsi.

"Yang pertama sekali kami menyatakan sikap aktivis mahasiswa Indonesia kami untuk mendukung KPK secara penuh," ujar Husnul Jamil.


Husnul juga mengatakan perubahan alih status kepegawaian KPK menjadi ASN merupakan bentuk pelaksanaan amanat UU 19/2019 pasal 1 ayat 6.

"Oleh sebab itu kami menilai pengalihan status sesuai undang-undang, saya pikir itu suatu hal yang efektif dan efisien. Karena kalau para pegawai menjadi ASN tentu akan taat kepada pimpinan dan Dewan Pengawas KPK," katanya.

Husnul juga menitip pesan kepada para pegawai KPK yang tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk tidak membuat gaduh, dan berlapang dada terkait hal tersebut.

"Kalau mereka mengkampanyekan tentang pemberantasan korupsi, teman teman yang tidak lulus bisa membuat sebuah LSM Untuk mengkampanyekan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi," tandasnya.

Pada aksi tersebut, KAMI juga membawa lima poin dukungan kepada KPK, sebagai berikut:

Pertama, KAMI akan mendukung penuh kinerja KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di seluruh Indonesia.

Kedua, KAMI mengucapkan terima kasih kepada 51 pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan atas dedikasinya selama ini.

Ketiga, KAMI meminta kepada 51 pegawai KPK yang tidak bisa dibina agar tidak membuat kegaduhan.

Keempat, KAMI menyarankan kepada 51 pegawai KPK yang merasa dirugikan akibat keputusan tersebut, silahkan menempuh jalur hukum sesuai dengan system perundang undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta tidak melakukan provokasi di tengah bencana virus corona.

Kelima, KAMI mengajak kepada seluruh anak bangsa agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga Pancasila, NKRI serta menolak segala bentuk faham radikalisme dan terorisme.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya