Berita

Ekonom nasional DR Rizal Ramli tengah memberi catatan-catatan seputar dana haji./RMOL

Politik

Rizal Ramli Terima Tantangan Debat Di DPR RI Soal Misteri Dana Haji

SENIN, 07 JUNI 2021 | 22:35 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Tidak perlu menunggu waktu lama. Tokoh pergerakan dan ekonom senior DR. Rizal Ramli langsung menyatakan kesediaan dan kesiapan dirinya menjelaskan secara terbuka berbagai temuan seputar dana calon jamaah haji di forum DPR RI.

Kesediaan Bang RR, demikian ia kerap disapa di kalangan aktivis, adalah untuk memenuhi tantangan Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto.

Ketua Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule, kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL mengatakan, dirinya mendapat mandat dari RR untuk mengurus tantangan Yandri Susanto itu.


“Karena menyangkut lembaga negara, dan DR. Rizal Ramli ini tokoh besar, saya minta Ketua Komisi VIII DPR menyampaikan tantangan itu secara resmi, tertulis atas nama lembaga. Jangan hanya nantang-nantang di media sosial,” kata Sumule.
 
Tokoh muda pergerakan demokrasi Indonesia ini juga mengatakan, sebenarnya dia prihatin mendengar  anggota DPR menantang tokoh masyarakat yang mengungkapkan pendapat.
 
“Seharusnya tugas DPR menampung aspirasi masyarakat, untuk kemudian dipertanyakan kepada pemerintah. Kalau perlu informasi tambahan, bisa dilakukan hearing. Kan ada mekanisme RDP (rapat dengar pendapat),” sambungnya.

Iwan Sumule heran melihat sikap Yandri Susanto yang menurutnya tidak mencerminkan kematangannya sebagai anggota DPR RI.  
 
“Ini anggota DPR belajar demokrasinya di mana? DPR kok berfungsi sebagai wakil pemerintah, lengkap dengan tabiatnya yang suka marah. Kalau belum paham demokrasi, bisa kursus demokrasi gratis di kantor ProDEM, Jl Veteran I No 26, Gambir, Jakarta Pusat,” kata Sumule geram.

Bukan baru kali ini Iwan Sumule menerima mandat dari Rizal Ramli untuk mengatur debat terbuka. Sebelumnya, ia juga pernah diminta untuk menjawab tantangan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sayangnya, justru LBP sendiri yang tidak hadir.

Berkaca dari kejadian itu, Iwan Sumule meminta agar Yandri Susanto serius dan tidak sekadar meniru gaya LBP yang hanya menantang tapi tak berani menghadapi pihak-pihak yang menjawab tantangan.

Harus Pansus Haji

Di sisi lain, dia mengatakan, kehormatan DPR RI sebagai lembaga wakil rakyat mesti dijaga. Karena itu, tantangan Yandri Susanto tidak sekadar basa-basi, namun harus melalui mekanisme yang pas di DPR RI.

“Bang RR akan dihadirkan ke DPR dalam Pansus Haji. Kalau belum ada, Komisi VIII bikin dulu pansusnya. Sebab Bang RR itu kapasitasnya bicara di Panitia Khusus DPR,” katanya.
 
Iwan Sumule mengingatkan, Rizal Ramli itu tokoh yang dikenal memiliki segudang ilmu pemecah masalah. Jadi diharapkan Pansus Haji itu kelak benar-benar bermanfaat bagi negara-bangsa, khususnya umat  Islam.
 
“Saya jamin setelah Pansus Haji mendengar pencerahan Bang RR, dan DPR bersama pemerintah menindaklanjutinya dengan benar, perjalanan haji yang sudah berjalan ratusan tahun, tapi belakangan setiap tahun bermasalah, akan bisa dipecahkan.”
 
“Kalau DPR ngundang Bang RR hanya sekedar untuk debat kusir, maaf, itu bukan hanya merendahkan Bang RR, tapi ini anggota DPR (Yandri Susanto; red) merendahkan institusinya sendiri, dan mencerminkan tidak paham fungsi dan tugas konstitusi DPR,” pungkas Iwan Sumule.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya