Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Dampak Ekonomi RI Jika Rp 1.760 Triliun Rancangan Anggaran Alpanhankam Disetujui

SENIN, 07 JUNI 2021 | 14:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia 2020-2024 (Alpahankam), kembali mendapat kritik.

Kali ini disampaikan Koordinator Koalisi Masyarakat Pro Pembangunan Daerah, Alimanikam Umar, yang mengangkat isu pengembangan sistem pertahanan Indonesia ini dikaitkan dengan perekonomian domestik.

Menurutnya, anggaran yang dicantumkan di dalam RPerpres Alpanhankam sebesar Rp 1.760 triliun itu merupakan nilai yang cukup besar, jika diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


"Begitu besar untuk pengeluaran pertahanan dari anggaran negara," ujar Alimanikam Umar dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/6).

Alimanikam Umar coba memaparkan dampak perekonomian yang akan ditanggung Indonesia jika harus memaksa menyetujui RPerpres Alpahankam ini menggunakan analisis data panel.

Pertama, ia menjelaskan bahwa dalam produksi produk pertahanan akan lebih banyak kebutuhan penelitian dan pengembangan, serta sumber daya berkualitas. Staf yang berkualitas ini menurutnya akan dibutuhkan banyak di sektor ini.

Namun, tingkat turnover pekerja akan rendah karena pengeluaran belanja pertahanan negara, sementara Indonesia merupakan negara berkembang. Sehingga, hal ini lah yang akan menjadi faktor penghambat penyerapan tenaga kerja di sektor lain.

Di samping itu, Alimanikam Umar juga memaparkan bahwa upaya modernisasi persenjataan dari negara-negara yang tidak memiliki stabilitas politik dan militer seperti Indonesia juga bakal menciptakan tekanan pada anggaran dan pendapatan negara.

"Dan mengarahkan pemerintah ke utang luar negeri, sehingga menurunkan kesejahteraan sosial," sambungnya.

Pengeluaran belanja pertahanan di negara berkembang seperti Indonesia, lanjut Alimanikam Umar, cendrung mengutamakan impor, sehingga menimbulkan efek negatif pada keseimbangan neraca pembayaran.

"Sebagai hasil dari analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, terlihat bahwa pengeluaran militer mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara secara negatif," ucapnya.

"Untuk alasan ini, negara harus menciptakan lebih banyak lingkungan yang damai, mengurangi pengeluaran pertahanan mereka dan mengalihkan sumber daya investasi mereka ke yang lain. Daerah yang akan menjamin pertumbuhan ekonomi mereka," demikian Alimanikam Umar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya