Berita

Persidangan kasus bansos dengan saksi Matheus Joko Santoso/RMOL

Hukum

Bukan Rp 10 Ribu, Saksi Joko Ternyata Diperintahkan Juliari Minta Rp 11 Ribu Per Paket Kepada Vendor Bansos

SENIN, 07 JUNI 2021 | 13:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Fakta persidangan kembali menguak fakta baru dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19, Matheus Joko Santoso, mengungkap ada tambahan pungutan Rp 1.000 per paket sembako, total yang dipungut sebesar Rp 11 ribu per paket sembako. Bukan Rp 10 ribu per paket sembako seperti yang disebutkan sebelumnya.

Hal itu diungkap Joko saat menjadi saksi untuk terdakwa Juliari Peter Batubara selaku mantan Menteri Sosial di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin siang (7/6).


Awalnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan berita acara pemeriksaan (BAP) Joko saat menjadi saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Joko juga merupakan terdakwa dalam perkara ini.

"Bahwa terkait perintah atau arahan mengenai penarikan fee sebesar Rp 10 ribu per paket untuk pemilik paket dan Rp 1.000 per paket untuk operasional. Bisa saya jelaskan sebagai berikut. Awalnya pada tahap tiga berlangsung saudara Adi Wahyono saat menjabat sebagai KPA atau Plt Direktur PSKBS menyampaikan kepada saya untuk mengumpulkan uang fee setoran untuk menteri Sosial sejumlah Rp 10 ribu per paket," ujar Jaksa membacakan BAP saksi Joko seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin siang (7/6).

"Dan uang fee operasional sejumlah Rp 1.000 per paket dari vendor-vendor yang dapat pekerjaan bansos Covid-19. Saudara Adi Wahyono saat itu menyampaikan bahwa yang bersangkutan mendapat arahan dari Menteri Sosial saudara Juliari P Batubara," sambungnya Jaksa.

Selanjutnya, saksi Joko membeberkan berapa uang fee yang sudah dikumpulkan selama periode pertama pengadaan bansos sembako Covid-19.

"Yang saya laporkan waktu itu berdasarkan yang sudah saya terima dari fee setoran sejumlah Rp 14,5 miliar, fee operasional sejumlah Rp 5.117.300.000, sehingga total adalah Rp 19.132.000.000," beber Joko.

Dari uang yang sudah dikumpulkan dari para vendor bansos, kata Joko, sudah ada yang disetorkan kepada Juliari sebesar Rp 11,2 miliar, yang dilakukan sebanyak 5 kali.

"Ada sisa untuk fee tersebut sebanyak Rp 2.815.00.000 yang saya simpan di koper pak. Kemudian untuk fee operasional disampaikan kurang lebih Rp 4.825.000.000 kemudian masih ada sisa Rp 292 juta dan saya simpan pak," terang Joko.

Joko menjelaskan, fee operasional Rp 1.000 yang juga dimintai kepada vendor bansos juga merupakan arahan dari Juliari melalui Adi Wahyono selaku kuasa pengguna anggaran (KPA).

"Pada waktu itu kita laporkan juga Pak Adi yang menyampaikan langsung, disampaikan secara umum saja bahwasanya terkait dengan pembayaran biaya-biaya operasional juga terkait dengan penyerahan uang untuk pak Dirjen, dan saya, dan BPK juga secara umum juga disampaikan pada waktu itu pak," jelas Joko.

Uang operasional itu, lanjut Joko, digunakan untuk membayar biaya operasional Juliari, tim, dan kegiatan.

"Operasional Pak Menteri seperti membayar sewa jet, kemudian ada juga yang hal kecil lainnya membayar swab dan membuat seragam untuk ajudan," pungkas Joko.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya