Berita

Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono saat bertemu Ketum Golkar, Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu/Net

Politik

Duet AHY-Airlangga Diyakini Bisa Dorong Penyelamatan Ekonomi

SENIN, 07 JUNI 2021 | 09:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penjajakan untuk menjalin koalisi dengan Partai Golkar mulai dilakukan Partai Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bakal diduetkan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlanga Hartarto, di Pemilihan Presiden 2024.

Sejauh ini, belum dipastikan siapa yang akan maju sebagai calon presiden, siapa yang maju sebagai calon wakil presiden.

Namun demikian, wacana koalisi ini dipandang positif oleh kedua belah pihak. Terlebih, koalisi Demokrat-Golkar pun sudah pernah terjalin di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Jusuf Kalla.


"Masa-masa gemilang pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sangat mungkin diulang kembali oleh Agus Harimurti Yudhoyono dan Airlangga Hartarto. Kombinasi ini akan mampu mengembalikan demokrasi pada relnya," kata Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (6/6).

Tak hanya itu, Syahrial bahkan menilai koalisi AHY-Airlangga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

"Koalisi Demokrat dan Golkar pada Pilpres 2024 berpeluang untuk penyelamatan ekonomi di masa depan," sambungnya.

Koalisi memang harus dilakukan partai-partai politik untuk mengusung calon di Pilpres 2024. Sebab, syarat mengusung pasangan calon presiden-calon wakil presiden minimal memiliki 115 kursi DPR.

Nah, jika berkoalisi, dipastikan gabungan Golkar dan Demokrat mampu melampaui ambang batas tersebut. Karena Golkar memiliki 85 kursi, Demokrat 54 kursi. Artinya, koalisi Golkar-Demokrat menghasilkan 139 kursi.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya