Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto/Net

Politik

Laba BUMN Anjlok 77 Persen, Darmadi PDIP: Pilih Direksi Dan Komisaris Tidak Boleh Longgar

SENIN, 07 JUNI 2021 | 03:49 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pengakuan Menteri BUMN Erick Thohir tentang anjloknya laba seluruh perusahaan pelat merah tahun 2020 menyentuh 77 persen mendapat sorotan dari DPR RI.

Diakui Erick Thohir saat rapat dengar pendapat di DPR, selama tahun 2020 laba yang disetorkan total Rp 28 triliun, padahal di tahun sebelumnya mencapai Rp 124 triliun.

Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengatakan, perolehan laba perusahaan pelat merah di bawah kepemimpinan Erick Thohir itu harus menjadi alarm bagi pemerintah.


Kata Darmadi, harus ada rencana da strategi konkret untuk beradaptasi mengatasi dampak pandemi virus corona baru (Covid-19).

"Laba anjlok 77 persen itu alarm penting dan mesti disikapi serius oleh Kementerian BUMN," demikian kata Darmadi kepada wartawan, Minggu (6/6).

Menurut Politisi PDIP itu, untuk mengatasi anjlokanya keuntungan perusahaan BUMN, peran Direksi dan komisaris perusahaan dalam melahirkan sistem yang lebih kreatif.

Darmadi meyakini, para direksi dan komisaris BUMN memiliki pola pikir terbuka dalam menghadapi kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Politisi yang juga Bendahara Megawati Institute ini juga mengingatkan Erick Thohir agar lebih selektif dalam perekrutan Direksi dan Komisaris.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Erick menurut Darmadi adalah calon petinggi BUMN harus berbasis skills, kreativitas dan inovasi.

"Tidak boleh selonggar seperti dulu. Harus diperketat. Kalau dahulu bisa pilih direksi dan komisaris yang biasa-biasa saja. Sekarang harus pilih direksi yang mampu melakukan creative destruction," demikian penjelasan Darmadi.

Ia juga meminta Erick Thohir harus berani mengambil kebijakan tegas dan tidak takut pada tekanan pihak tertetu.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya