Berita

Sekjen PAN Eddy Soeparno/Net

Politik

Sinyal Bakal Ada Poros Baru, PAN Mau Pilpres 2024 Lebih Dari Dua Paslon

SABTU, 05 JUNI 2021 | 21:56 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sinyal bakal adanya poros baru semakin menguat setelah Sekjen PAN Eddy Soeparno ingin Pemilihan Presiden (Pilres) 2024 lebih dari 2 Pasangan Calon (Paslon).

"Kalau masuk ke dalam pembahasan hiruk pikuk 2024, pembahasan berikutnya ialah berapa paslon sih dalam pilpres 2024. Kita melihat di pilpres sebelumnya 2 paslon. Tapi alangkah baiknya jika diberikan ada kesempatan bagi pasangan lain," kata Eddy dalam rilis survei yang bertajuk "Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir" secara daring, Sabtu (5/6).

Kemudian, Eddy melanjutkan, jika lebih dari 2 paslon, masyarakat memiliki banyak pilihan, sehingga tidak terkungkung pada 2 pilihan saja dan membuat masyarakat berhadap-hadapan satu sama lain.


"Sehingga nanti masyarakat merasa bahwa ah tidak menarik, karena plilhan saya tidak tertampung akhirnya meningkat angka golputnya," terangnya.

"Ibaratnya beli mi instan ada banyak brand. Banyak pilihan bisa mencicipi satu sama lain dan berkata, ini mie instan favorit saya. Dengan lebih banyak pilihan, akan semakin semarakkan dan matangkan demokrasi kita," sambungnya.

Menurut Eddy, PAN tetap akan evaluasi secara internal terkait potensi untuk berpartisipasi di Pilpres 2024. Karena, bagi sebuah parpol merupakan kebanggan tersendiri ketika kadernya bisa maju dalam perhelatan pilpres. PAN juga sudah punya rekam jejak di berbagai pilpres. Pada pilpres 2004, mengusung Amien Rais dan pada 2014 mengusung Hatta Rajasa sebagai cawapres.



Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya