Berita

Ekonom senior dan mantan Menko Perekonomian, Dr. Rizal Ramli/RMOL

Publika

Rizal Ramli Dan Terobosan Budaya

SABTU, 05 JUNI 2021 | 08:29 WIB

GARUDA memiliki utang besar hingga Rp 70 trilun. Bisa bangkrut jika tidak ada operasi penyelamatan.

Adalah ekonom senior dan mantan Menko Perekonomian, Dr. Rizal Ramli yang menilai Garuda mesti diselamatkan. Dia siap dan yakin mampu menyelematkan Garuda.

Menurutnya, harus ada langkah inovatif "out of the box" bukan "business as ussual". Rizal Ramli memang pernah menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan pada tahun 2020.


Muncul usul menarik atas kesiapan untuk menyelamatkan tersebut yaitu barter dengan presidential threshold 0 persen yang kemudian  disambut positif sebagai ide cemerlang.

Rizal menyetujui dan gagasan rasional itu bisa dilakukan. Menarik bahwa penyelamatan bisnis atau ekonomi dibarter dengan tuntutan politik.

Meski tidak mudah disepakati oleh pemerintah dan parlemen akan tetapi gagasan bagus ini adalah terobosan budaya.

Sekurangnya ada empat nilai konstruktif yang melekat dari terobosan budaya tersebut, yaitu:

Pertama, tampilan karakter berbasis kepercayaan diri. Kepercayaan yang didasarkan pada kemampuan dan pengalaman. Bukan asal percaya diri seperti pemain band yang dipaksakan menjadi komisaris.

Kemampuan dan pengalaman di atas dimiliki oleh seorang Rizal Ramli. Kesulitan Garuda bukan hal atau kasus baru.

Kedua, barter bagai gurauan tetapi sesungguhnya membangun budaya edukatif, aspiratif, dan obyektif. Kepentingan rakyat didahulukan.

Presidential threshold 0 persen adalah aspirasi rakyat untuk mendapatkan figur terbaik dari banyak pilihan. Sangat rasional dan obyektif jika melihat buruknya ambang batas tinggi pengajuan calon presiden selama ini. Minim kompetitor namun maksimal permainan kotor.

Ketiga, dengan tuntutan barter berarti siap menanggung risiko, jika gagal menyelamatkan Garuda maka bukan saja treshold tidak menjadi 0 persen, tetapi juga reputasi Rizal Ramli akan ambruk.

Pertaruhan tinggi seperti ini adalah budaya baru dalam penyelenggaraan negara. Seharusnya mendapat dukungan dan apresiasi.

Keempat, jika sukses dalam misi penyelamatan, maka memberi kesempatan pada orang yang berprestasi untuk ikut berkompetisi adalah wujud dari budaya politik luhur.

Pilihan publik terhadap figur bukan berdasarkan rekayasa survei atau popularitas artifisial. "Primus inter pares" bisa didapat. Presiden ke depan adalah yang nyata-nyata berprestasi, bereputasi, dan memang terbaik.

Tak perlu menertawakan suatu gagasan bagus. Bahwa realisasinya tidak mudah, itu persoalan lain. Biarlah menggelinding. Toh perubahan besar sering terjadi diawali dengan gagasan yang membuat masyarakat tertawa, bingung, dan aneh.

Konsistensi dan integritas tinggi akan membawa pada hasil gemilang berupa pengakuan tulus dan penghargaan.

Mampukah Rizal Ramli menyandang predikat sebagai "Mr 0 %" dan menjadi Presiden? Sejarah terus memantau dan berteriak keras: Semua serba mungkin!.

M Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya