Berita

Direktur Eksekutif Democracy and Electoral and Empowerment Partnership (​DEEP) Neni Nur Hayati/RMOL

Politik

Kampanyenya Konservatif, Puan Maharani Disarankan Rangkul Anak Muda Untuk Menangkan Pilpres 2024

SABTU, 05 JUNI 2021 | 06:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tingginya peluang Puan Maharani mendapatkan tiket rekomendasi PDIP sebagai calon presiden 2024 harus diikuti dengan beberapa langah politik strategis.

Direktur Eksekutif Democracy and Electoral and Empowerment Partnership (​DEEP) Neni Nur Hayati mengatakan, salah satu peluang kuat mengapa tiket Capres pada Puan karana selain putri Ketua Umum PDIP Megawati adalah saat ini menjabat Ketua DPR RI.

Meski demikian, rendahnya elektabilitas Puan dalam berbagai hasil survei berpotensi menghilangan kursi PDIP di DPR.


"PDIP mengusung Puan bisa jadi pemenang partai pemilu 2024 akan bergeser ke partai yang lain tidak akan PDIP dan dimungkinkan kehilangan banyak kursi d DPR," demikian analisa Neni saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL.

Untuk menggenjot elektabilitasnya, Neni menyarankan kepada Puan agar benar-benar segera meraih simpati publik. Salah satu langkahnya menyampaikan gagasan melalui visi misi yang konkret kapada masyarakat.

Selain itu, tambah Neni, visi politiknya harus diterima oleh kalangan anak muda.

"Karena kita tahu sekitar 60 persen dari DPT Pemilu 2019 yang telah ditetapkan itu didominasi anak muda. Kemenangan Puan di Pilpres 2024 akan sangat ditentukan oleh suara anak muda," tandasnya.

Dalam pandangan Neni, mau tidak mau sudah saatnya Puan merangkul anak muda. Apalagi, jika dibandingkan dengan sosok lainnya, pola kampanye Puan selama ini masih nampak konvensional.

Ia juga menyarankan agar Puan terus konsisten memperjuangkan hak perempuan dan anak melalui kerja politik yang nyata.

"Sudah saatnya Puan merangkul anak muda, ciptakan terobosan serta inovasi yang progressif. Sebab selama ini cara kampanye yang dilakukan Puan masih sangat konservatis, tertinggal jauh dengan kandidat lain yang sudah mulai menggandeng pemilih milenial," demikian kata Neni.

Nama Puan digadang-gadang akan diusung oleh PDIP bertarung di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Puan diprediksi akan mendampingi Prabowo Subianto jika kesepakatan Batutulis jilid II direalisasikan.

Selain itu juga muncul nama Puan dipasangkan dengan Anies Baswedan.

Menguatnya Puan diusung PDIP karena saat ini kader partai banteng seperti Ganjar yang memiliki elektabilitas tertinggi justru mendapatka  perlakuan politik yang kurang baik oleh elite PDIP.

Ganjar dituding berambisi menjadi Capres dan menjalankan kerja politik pencitraan. Apalagi mengacu pernyataan elite PDIP seperti Bambang Wuryanto, keinginan Ganjar tidak mendapatkan izin dari Megawati Soekarnoputri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya