Berita

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana

Politik

ICW Ngaku Laporin Firli Bukan Karena "Sakit Hati" Soal TWK

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 19:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Peneliti ICW Wana Kurnia Ramadana berdalih pelaporan dugaan gratifikasi Ketua KPK Firli Bahuri ke Bareskrim Polri sama sekali tidak terkait sikapnya organisasinya yang kecewa dengan pelaksanaan Test Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai KPK.

"Penting untuk ICW tegaskan permasalahan TWK berbeda laporan yang kami sampaikan," kata Kurnia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/6).

Oleh sebab itu, ia menilai seharusnya Kabareskri Polri Komjen Agus Andrianto menindaklanjuti laporan atas dugaan gratifikasi Firli soal sewa helikopter yang sebelumnya telah di proses oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK.


ICW beranggapan bahwa, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Polri dengan Dewas KPK sangatlah berbeda.

"Ranah Dewan Pengawas (Dewas) berbeda dengan Polri. Dewas menelusuri pelanggaran etik, sedangkan Bareskrim melihat potensi tindak pidana," kata Kurnia.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto sebelumnya menegaskan bahwa tak ingin meladeni manuver ICW terkait dugaan gratifikasi Firli Bahuri.

Sebab menurut Agus, hal tersebut telah dilaksanakan proses di Dewan Pengawas (Dewas) KPK dan telah memutuskan bahwa Firli melanggar kode etik atas penggunaan helikopter pada September 2020. Dia dijatuhi hukuman ringan berupa teguran tertulis II yang berlaku selama enam bulan.

"Kan sudah ditangani oleh Dewas. Mekanisme internal di KPK akan bergulir sesuai aturan," demikian Agus Andrianto.

Untuk itu, Agus berharap agar ICW tidak menarik-narik institusi Polri ke dalam orkestrasi atas polemik Test Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK ini. Ada yang lebih penting saat ini bagi Polri ketimbang meladeni manuver ICW karena ketidakpuasannya terhadap Test Wawasan Kebangsaan (TWK) yang berujung aduan Ketua KPK Firli Bahuri terkait dugaan gtarifikasi ke Bareskrim Polri.

"Energi kita fokus kepada membantu percepatan penanganan pendemi Covid-19 berikut dampak penyertanya," tekan Agus.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengadukan Firli Bahuri ke Bareskrim Polri terkait dugaan penerimaan gratifikasi dalam proses penyewaan helikopter mewah untuk kepentingan pribadi. Peneliti ICW, Wana Alamsyah kepada wartawan mengaku laporannya telah di terima oleh Dit Tipidkor Bareskrim Polri.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya