Berita

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani/RMOL

Politik

PPP Berharap Pilpres 2024 Diikuti Lebih Dari Dua Pasangan Calon

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih enggan membahas sosal dinamika komunikasi dalam penjajakan pembentukan koalisi menuju Pilpres 2024.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani mengatakan, salah satu yang mendesak dibahas adalah bagaimana menciptakan Pilpres 2024 sebagai hajatan demokrasi yang lebih baik dari gelaran sebelumnya.

Salah satunya adalah bagaimana menghadirkan lebih dari dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.


"Kita perlu mendorong pilpres diikut lebih dari dua pasang meski konsekuensinya nanti ada putaran kedua," kata Arsul, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/6).

Bagi PPP, lanjut wakil ketua MPR itu, sudah ada dua contoh di mana pilpres diikuti dua paslon, yakni 2014 dan 2019. Khusus pada Pilpres 2019, dampak perpecahannya terasa cukup panjang.

"Kenapa harus lebih dua pasangan calon, menurut PPP pembelahan yang terjadi potensi pembelahan masyarakat yang terjadi kalau pilpres diikuti dua pasang recovery costnya biaya pemulihannya sangat mahal by social," tutur Arsul.

Dtambahkannya, memang kalau ajang pilpres diikuti lebih dari dua pasangan calon, maka ada potensi digelar dua putaran. Tetapi, pembelahan yang mungkin terjadi bisa diminimalkan sekalipun putaran keduanya hanya diikuti dua paslon.

"Ketika sudah melewati putaran pertama tanpa pembelahan yang tajam maka rasanya pilpres itu secara kualitas akan lebih baik, itu yang kita yakini hari ini," ucap Arsul Sani.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya