Berita

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi/Net

Dunia

Pangamat: Mesir Gunakan Gencatan Senjata Israel-Hamas Untuk Meningkatkan Derajat Di Hadapan AS

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 06:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berhasil ditengahi oleh Mesir dipandang sebagai upaya Kairo untuk membuktikan kemampuan politik di kawasan kepada Amerika Serikat (AS).

Alaa Tartir dari lembaga think tank Palestina, Al-Shabaka: The Palestinian Policy Network, mengatakan Mesir ingin menunjukkan kepada AS bahwa ia masih bisa menangani persoalan Palestina.

"Rezim Mesir ingin mengilustrasikan kepada pemerintahan (Presiden Joe) Biden bahwa mereka masih dapat menangani 'file Palestina, dan bahwa mereka bersedia mengikuti panduan AS dalam hal ini," ujarnya, seperti yang dimuat dalam laporan Al Jazeera, Jumat (4/6).


Sementara itu, AS sendiri memiliki ketergantungan pada Mesir. Lantaran Mesir adalah salah satu dari sedikit negara di Timur Tengah yang terlibat dengan Israel dan Hamas.

Upaya diplomatik Mesir dalam mengamankan gencatan senjata setelah 11 hari pertempuran antara Israel dan Hamas telah memperkuat peran Kairo di kawasan.

Bahkan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengupayakan gencatan senjata permanen. Kepala intelijen Abbas Kamel juga mengunjungi Israel dan para pemimpin Hamas di Gaza.

Menurut co-editor Jadaliyya, Mouin Rabbani, Mesir terus menjalin hubungan dengan Hamas meski menutup perbatasan dengan Gaza pada 2007 untuk meningkatkan posisinya di hadapan AS.

“Itu juga berarti bahwa Mesir sekarang secara aktif terlibat dalam upaya untuk mencegah konfrontasi baru, menyelesaikan pertukaran tahanan, dan memainkan peran sentral dalam pengaturan terkait lebih lanjut,” kata Rabbani.

Selain memulihkan hubungan dengan Washington, menengahi perdamaian antara Israel dan Hamas adalah kesempatan luar biasa bagi Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk mengalihkan perhatian dari masalah regional lainnya.

“Sekaligus, dia dapat mengalihkan perhatiannya dari kesalahan penanganan krisis Sungai Nil Ethiopia, dan mengangkat dirinya ke status penting regional,” kata profesor media dan studi budaya di Institut Doha untuk Studi Pascasarjana, Mohamed Elmasry.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya