Berita

Ilustrasi./Net

Suluh

Indonesia Harus Punya Alutsista Canggih, Berapapun Biayanya

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 19:07 WIB | OLEH: AZAIRUS ADLU

Sebagai negara dengan wilayah yang terbentang luas, Indonesia diwajibkan memiliki personel militer yang cukup dan terlatih serta sistem pertahanan yang mumpuni untuk menjaga kedaulatan negara.

Soal sistem pertahanan ini, sepertinya memang bukan sesuatu yang bisa ditawar. Pasalnya, hampir setiap negara memiliki sistem pertahanan masing-masing, dengan senjata canggih yang menjadi andalan untuk menjaga kedaulatan darat, laut dan udara negara mereka.

Perihal tersebut, Indonesia bukan tidak punya alat utama sistem persenjataan (Alutsista), namun alutsista Indonesia mayoritas sudah termakan usia, sudah banyak sistem pertahanan persenjataan yang lebih canggih dan moderen yang dibuat saat ini, kebanyakan buatan Amerika Serikat dan Rusia. Kedua negara itu memang sejak dahulu terkenal dengan industri persenjataan mereka.


Alhasil, alutsista Indonesia seakan ketinggalan zaman bila dibandingkan dengan sistem pertahanan di era kekinian.

Melihat kenyataan tersebut, sebenarnya sudah betul apa yang diwacanakan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Prabowo merencanakan untuk membeli alutsista untuk kepentingan negara secara massif. Tak tanggung, anggarannya sampai 1.700 triliun lebih, tepatnya di 1.760 triliun.

Anggaran ini sangat fantastis, bila dibandingkan dengan anggaran kementerian lain. Namun, memang pada dasarnya, sistem persenjataan tidak ada yang murah, jadi sudah sewajarnya bila anggaran pertahanan sangat besar. Toh negara lain juga punya anggaran jumbo untuk sistem pertahanan dan persenjataan mereka. Tengok saja Amerika Serikat, Rusia dan China.

Jadi soal anggaran jumbo itu sudah clear, alutsista memang bukan perkara murah. Anggaran tersebut bisa dikatakan relatif sesuai dengan apa yang diperlukan Indonesia saat ini. Mengingat ancaman bisa datang kapan saja dan dari mana saja. Bersiap mempertahankan diri adalah skenario paling pas saat ini.

Walaupun demikian, soal belanja alutsista ini seakan muncul di waktu yang tidak tepat, saat ini, keuangan negara sedang tidak baik, ditambah Indonesia saat ini tengah menghadapi badai pandemi Covid-19, belum lagi utang negara dan swasta yang semakin tinggi makin membuat belanja besar pertahanan tersebut tidak tepat atau belum waktunya dilakukan Indonesia.

Oleh karena itu, belanja pertahanan ini mesti dipikir ulang, bukan dipikir beli atau tidak, ini harus beli. Yang harus dipikir ulang adalah kapan belinya, cara bayarnya dan bagaimana agar anggaran fantastis tersebut pantas dimunculkan.

Jangan nantinya gede pasak daripada tiang atau biar tekor asal kesohor.

Mengurus negara, apalagi soal anggaran tak bisa ditawar, harus transparan dan prudent.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya