Berita

Posko Satuan Tugas Operasi Nemangkawi./Repro

Nusantara

Bertaruh Nyawa Demi NKRI, Satgas Nemangkawi Terus Buru Teroris KKB

RABU, 02 JUNI 2021 | 14:04 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Operasi Satuan Tugas (Ops Satgas)  Nemangkawi terus bergerak memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB). Aparat gabungan Polri-TNI itu tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Intan Jaya, Beoga, Kabupaten Puncak Papua, dan Ilaga guna memberi perlindungan kepada masyarakat Papua.

Tugas berat bertaruh nyawa dijalani oleh Anggota Ops Satgas demi menjaga kedaultan Negara Republik Indonesia (NKRI). Juga melindungi masyarakat sipil yang selama ini menjadi korban dari aksi brutal teroris KKB.

Mereka harus rela berpisah dengan keluarga demi melaksanakan tugas mulia membela NKRI. Bahkan, di hari besar keagamaan seperti Idul Fitri lalu, tak satu pun Anggota Satgas Nemangkawi yang bisa pulang, berkumpul dengan keluarga tercintanya.


Sudah banyak korban berjatuhan akibat kekejaman KKB. Mulai dari guru-guru non Papua, tukang ojek online yang dibunuh secara sadis. Hingga anggota TNI dan Polri yang gugur dalam tugasnya.

Terbaru, teroris KKB membunuh seorang pelajar SMA atas tudingan menjadi mata-mata. Mereka juga membakar dan merusak fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan juga ruko tempat usaha warga sipil.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turun langsung memimpin seluruh anggotanya untuk selalu melindungi seluruh warga sipil di Papua dari aksi teror kelompok tersebut.

Listyo Sigit meminta Satgas Operasi Nemangkawi tidak kendor dalam memerangi KKB yang semakin intens melakukan aksi kekerasan.
 
“Saya terus memberikan motivasi kepada seluruh anggota yang melaksanakan tugas di Papua untuk terus bersemangat dan tidak boleh kendor dengan peristiwa yang terjadi," tegas Listyo Sigit, baru-baru ini.

Kapolri menegaskan, negara tidak akan kalah dengan aksi teror KKB Papua. NKRI menjadi harga mati yang harus terus dijaga dari aksi teror pihak manapun. Ia meminta Satgas Nemangkawi tidak gentar melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut.

"Saya perintahkan kepada seluruh anggota satgas. Lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua, terus berjuang, negara tidak boleh kalah.  Kami pimpinan Polri, siap untuk mendukung apapun dalam rangka menegakan hukum di Papua. Kita jaga Papua dari serangan dan tekanan kelompok manapun," kata Listyo Sigit menyemangati.

Sementara itu Kepala Operasi Nemangkawi Brigjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan, teror yang dilancarkan kelompok teroris ini membuat masyarakat  Papua ketakukan. Polri dan TNI sebagai garda terdepan penjaga keamanan di Republik Indonesia tidak akan tinggal diam.

“Menjaga NKRI menjadi harga mati. Kami terus memburu mereka (KKB) dengan segala resiko yang ada. Penegakkan hukum diatas segala-galanya. Papua harus hidup damai, sejahtera dan keluar dari ancaman serta teror yang terus menerus menakuti masyarakat di Papua,” tegas Roycke Harry.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Prabowo Argo Yuwono mengajak para anggota teroris KKB untuk sadar dan bersama=sama membangun Papua yang lebih baik.

"Kita mengajak orang-orang yang ada di sana, mengajak misalnya dari KKB yang mau turun, silakan. Dia ingin bareng-bareng untuk membangun Papua, silahkan," ungkap Irjen Pol Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin (31/5) kemarin.

Argo Yuwono menambahkan, bahwa tim gabungan yang telah ditugaskan menumpas gerakan KKB di Papua, tetap akan mengedepankan soft approach dengan cara membuka dialog, ketimbang hard approach.

“Yang terpenting adalah kita melakukan dialog, kita juga melakukan ada di sana namanya Binmas Nokken dan juga Teritorial dari TNI AD, juga dari kepolisian kita bersama-sama di sana memberikan edukasi kepada masyarakat," tandas Argo.

Dialog tersebut menurut Argo Yuwono, telah dilakukan kepada para kepala daerah kawasannya rawan dan kerap terjadi teror aksi KKB yakni Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Nduga.

"Kemarin sudah kita kumpulkan, kita ajak dialog. Ada para bupati yang kira-kira rawan terhadap KKB. Bupati ini kita ajak, dialog, kita tanya apakah permasalahan yang ada di sana. Apa yang dimau masyarakat itu apa, terutama KKB yang dimau apa," terang Argo Yuwono.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:10

KPK Agendakan Ulang Periksa Budi Karya Pekan Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05

BGN Tegaskan Jatah MBG Rp8–10 Ribu per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:52

PDIP Singgung Keadilan Anggaran antara Pendidikan dengan MBG

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Usulan THR Bebas Pajak

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:25

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Nadiem dan Harga Chromebook Dinilai Wajar

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:20

Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:18

Legislator PDIP Minta Tukang Ojek Pandeglang Dibebaskan dari Tuntutan Hukum

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11

Meksiko Jamin Piala Dunia 2026 Aman usai Bentrokan Kartel

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00

5 Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:54

Selengkapnya