Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali SeraNet

Politik

Imbas Kebocoran Data Di BPJS, PKS Pertanyakan Kesiapan Pemerintah Terapkan Digitalisasi

RABU, 02 JUNI 2021 | 04:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebocoran data penduduk yang ada di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) beberapa waktu lalu membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menerapkan sistem digital dalam semua pelayanan masyarakat.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, potensi kebocoran data bukan hanya terjadi di satu institusi di negara berkembang seperti Indonesia. Tetapi juga turut menyasar lembaga di negara maju.

"Maling selalu pandai dari polisi. NASA (badan antariksa Amerika Serikat) saja, dan beberapa institusi high security di US tetap saja bisa di jebol," ujar Mardani dalam video Youtube yang dilansir di akun Twitternya, Selasa (1/6).


Selain itu, Mardani juga mempertanyakan komitmen penerapan digital oleh pemerintah dengan menimbang-nimbang integritas aaratu negara, dengan memberikan contoh kasus perubahan KTP menjadi e-KTP.

"Seperti ide E-KTP, ini luar biasa idenya 5,9 triliun biayanya. Tetapi separuhnya itu dikorupsi," tuturnya.

Padahal kata Mardani, kalau dalam proses pembuatan e-KTP ini dilakukan lebih optimal, maka bisa memberikan dampak ekonomis yang signifikan terhadap negara. Misalnya dengan menyerahkan proyeknya pada Bnk Rakyat Indonesia yang notabene merupakan perusahaan milik negara.

"Itu nol rupiah (bisa pembuatannya). BRI bisa melakukan itu, dan pada saat yang sama semuanya jadi nasabahnya BRI. Masalh itu dipakai atau enggak dipakai nomor dua. Tapi itu dapat captive market yang sedemikian besar," paparnya.

Maka dari itu, Mardani berpandangan bahwa persoalan big data adalah sebuah keniscayaan. Tetapi bisa menjadi suatu hal yang menggerus local wisdom.

"Sampai pada tadi, memudahkan serangan cyber menjadi lebih kuat. Makanya kita perlu betul-betul mengkaji mana yang boleh di digatalisasi mana yang tidak perlu," demikian Mardani Ali Sera.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya