Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Ist

Politik

Puan Dipasangkan Dengan Anies, Karma Politik Akan Terjadi Pada 2024

SELASA, 01 JUNI 2021 | 15:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai sudah tidak alergi lagi menyebut nama Anies Baswedan.

Padahal, menurut Ketua Lembaga Pengawas Kinerja Apratur Negara Sumatera Utara (LPKAN Sumut), Rafriandi Nasution, sebelumnya Anies itu 'barang haram' yang tak boleh ada dalam kamus PDIP.

"Kalahnya Ahok di DKI satu itu masih membekas sampai sekarang. Start politik dengan kualitas SDM dan komunikasi yang mendunia serta kecakapan pribadi yang tak mudah diumbang-umbang itu menunjukan kualitas Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta dan pemimpin yang bisa jadi panutan," kata Rafriandi kepada Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (1/6).


Rafriandi menjelaskan tidak mudah dan tidak gampang jadi Anies dalam situasi politik saat ini. Hal terlihat ketika tiba tiba politikus PDIP, Effendi Simbolon, menggelindingkan wacana Anies berpasangan dengan Puan menuju Pilpres 2024.

"Sekilas pernyataan itu memukul muka Prabowo dan Gerindra yang secara terbuka lewat Ahmad Muzani, Sekjen Gerindra, sudah menguit ke publik bahwa Prabowo siap dicalonkan oleh Gerindra 2024. Tinggal menunggu pernyataan Prabowo saja secara resmi dan akan berkoalisi dengan PDIP-Gerindra 2024," ungkap mantan anggota DPRD Sumut ini.

Dia juga melihat situasi ini membuat gerah politisi moderat dari PDIP, mereka yang rasional tidak ingin memukul air tumpah kena muka sendiri. Makanya kasus Ganjar Pranowo vs Puan digeser ke Puan berpasangan dengan Anies, agar bola panas tidak meluncur deras menghabisi karier politik Ganjar di PDIP.

"Sebagian juga tidak suka dengan Prabowo karena tiga kali gagal dan hasil surveinya stagnan meskipun masih tinggi 20 persen tapi cenderung menurun," papar Rafriandi.

Rafriandi yang juga dosen FISIP UISU ini menyebut kecintaan politisi PDIP untuk tetap berkuasa, berusaha menguasai dan menaklukkan pasar Anies untuk bangunan koalisi. Jadi Gerindra harus memilih tetap di luar ring atau ikut mendukung.

"Makanya PAN ikut gabung ke merah jika PDIP setuju dengan gandengan yang mereka ajukan. Karma politik akan terjadi di tahun 2024 mendatang, sekarang mari kita tunggu saja," pungkas Rafriandi.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya