Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo./Net

Editorial

Ganjar Disayang, Ganjar Dibuang

SENIN, 31 MEI 2021 | 20:13 WIB | OLEH: AZAIRUS ADLU

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belakangan mendadak ramai menghiasi belantika pemberitaan tanah air.

Ganjar menjadi tokoh politik yang digadang-gadang sudah bersiap menyambut gelaran Pilpres 2024, berambisi menjadi capres atau cawapres pada pesta rakyat dengan agenda utama memilih presiden penerus Joko Widodo yang akan lengser pada tahun itu.

Nama Ganjar mulai ramai menjadi buah bibir pasca dirinya tidak diundang dalam gelaran konsolidasi kader PDIP se-Jateng yang dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah.


Padahal, Ganjar adalah Gubernur Jawa Tengah, sudah sepantasnya, sebagai tuan rumah, Ganjar diundang dalam acara-acara macam tersebut. Terlebih, Ganjar adalah kader PDIP.

Padahal gubernur lain, contoh saja, Anies Baswedan selalu diundang dalam acara partai yang dilaksanakan di Jakarta, walaupun hanya mengisi kata sambutan dan semacamnya, tidak masuk dalam agenda inti partai, pejabat tuan rumah biasanya selalu diundang dan hadir.

Menengok ke belakang, Ganjar sebetulnya adalah salah satu kader PDIP yang bersinar, mumpuni dan punya rekam jejak yang cukup baik. Buktinya simple, ia dipercaya untuk maju sebagai calon gubernur Jateng lewat PDIP pada pilkada lalu, tak tanggung hingga dua periode.

Untuk diusung PDIP di Jateng adalah sesuatu yang sangat sulit, pasalnya, Jateng dinilai sebagai daerah basis PDIP, untuk menjadi kepala daerah yang diusung Banteng harus mendapat restu dari Ketum, dalam hal ini Megawati Soekarnoputri.

Lalu kenapa sakarang Ganjar seakan ditinggalkan, disingkirkan oleh partainya sendiri? settingan? atau ada yang tidak beres dari Ganjar? nampaknya jawaban pasti belum bisa dijawab dalam waktu dekat, namun bila menerka-nerka, sepertinya memang ada friksi antara Ganjar dan PDIP, khususnya soal agenda 2024.

Sudah sejak lama isu berhembus PDIP sudah 'resmi' akan mengusung Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2024. Jadi buat tokoh lain di PDIP, ya tahu diri, Puan adalah putri dari ketum, trah Soekarno dan salah satu Ketua di PDIP.

Kalau ada kader lain yang berambisi menggeser Puan pada agenda 2024, tentunya akan jadi musuh bersama kader PDIP. Mungkin hal ini yang menimpa Ganjar saat ini.

Lalu, bagaimana nasib Ganjar ke depan? soal ini, sebetulnya sudah diberi petunjuk oleh Megawati Soekarnoputri, dalam arahan peresmian sejumlah kantor DPD dan DPC PDIP kemarin, Megawati mempersilakan kadernya keluar apabila tak mau menjadi petugas partai.

"Kalau enggak mau jadi petugas partai, saya enggak ngomong lagi anggota partai, petugas partai, artinya yang diberi tugas oleh partai, out," ujar Megawati

Intinya, kalau masih ingin menjadi kader PDIP, ya nurut dengan putusan partai, kalau mbalelo silakan out.

Jadi apa kiranya yang akan dipilih Ganjar? manut, maka nasibnya akan panjang di PDIP, atau nekat mbalelo, cari dukungan partai politik lain dan ikut berlaga di Pilpres 2024.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya