Berita

Politisi senior PDIP Aria Bima/Net

Politik

Aria Bima: Ganjar Pranowo Disiapkan Ibu Mega Untuk Jadi Kader Terbaik

SENIN, 31 MEI 2021 | 15:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang meminta kepada petugas partai untuk mundur jika tidak manut pada arahan pimpinan bukan mengarah pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Bantahan itu sebagaimana disampaikan politisi senior PDIP Aria Bima menanggapi sejumlah pihak yang menafsirkan bahwa pernyataan Megawati tersebut bertujuan untuk mengingatkan Ganjar.

"Enggak ada (sindiran ke Ganjar). Ganjar itu kader yang Ibu Mega gadang-gadang, untuk menjadi kader terbaik," kata Aria Bima di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5).


Menurutnya, sikap Megawati merupakan bagian dari ketegasan seorang pimpinan partai. Baginya, kader PDIP memang tidak boleh ambisi pada jabatan semata.

"Secara ideologis Ibu Mega harus semakin tegas dan keras jangan segan-segan mecat orang PDI Perjuangan yang hanya mencari kekuasaan, mencari keuntungan perutnya, dan tidak menjaga Pancasila dan NKRI," katanya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR ini juga membantah hubungan Ganjar sedang tidak harmonis dengan PDIP. Hal ini seiring Ganjar yang tidak diundang dalam acara konsolidasi PDIP Jawa Tengah.

"Memang tidak ada perselisihan, ya soal dinamika, PDI Perjuangan dinamis kok," pungkasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya