Berita

Sandiaga Salahuddin Uno/RMOL

Politik

Survei IPS: Sandiaga Uno Primadona Bursa Calon Wakil Presiden Di 2024

SENIN, 31 MEI 2021 | 00:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Nama Sandiaga Salahuddin Uno kembali masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) untuk pemilu 2024.

Lembaga survei Indonesian Presidential Studies (IPS) dalam hasil surveinya nama yang paling moncer dimata publik sebagai calon wakil presiden adalah Sandiaga Uno. Namanya bertengger diurutan paling atas di antara 30 nama calon yang diuji dari berbagai latar belakang calon.

"Untuk posisi wakil presiden versi survei Sandiaga Uno mendapat dukungan sebesar 17.8 persen jauh meninggalkan nama lain yang diuji termasuk nama nama capres yang merupakan jawara versi survei seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan,"ujar Direktur Riset IPS, Arman Salam, dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (31/5).


"Sandi menjadi primadona calon wakil presiden 2024 versi survei lembaga IPS," sambungnya.

Menurut Arman, nama Sandiaga Uno cukup masuk akal menjadi primadona calon wakil presiden, mengingat Sandi pernah mendampingi Prabowo saat kontestasi di pilpres 2019, meskipun kalah dari pasangan Jokowi-Maruf Amin.

"Namun Prabowo dan Sandi sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, dan itu adalah syarat wajib yang harus dimiliki siapapun untuk maju bertarung dalam kontestasi capres mendatang," tuturnya.

Berdasarkan telaahan Arman, figur Sandiaga Uno mmenuhi beberapa kriteria menjadi seorang wakil presiden. Di antaranya, memiliki finansial yang cukup sebagai pelengkap, memiliki basis pemilih yang kuat seperti emak-emak, dan masuk ke dalam figur nasional yang juga dianggap mampu bersinergi dengan capres dalam bekerja menangani masalah ekonomi yang saat ini menjadi sorotan publik akibat pandemi Covid-19.

"Magnet ahli ekonomi yang menempel pada sosok Sandi ini menjadi magnet baru yang kuat bagi pemilih disaat situasi perekonomian yang morat-marit," ucapnya.

Meskipun dianggap sebagai cawapres primadona di dalam versi survei IPS, Arman menilai ini masih sekedar potret sementara yang bisa saja berubah sesuai selera publik. Bahkan dia tidak memungkiri adanya kemungkinan Sandi masuk pada bursa calon presiden (capres).

"Semua tergantung pada lobi politik dan selera pasar," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya