Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Masih Jauh Dari Target, Sandiaga Minta Distribusi Vaksin Pelaku Parekraf Digiatkan

MINGGU, 30 MEI 2021 | 16:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Distribusi vaksin Covid-19 yang masih rendah bagi kalangan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sorotan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

"Dari data yang sudah kami terima dan dikajian bersama Dinkes dan asosiasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif, baru di bawah 3 persen pelaku parekraf yang mendapat vaksin, baik yang pertama dan kedua," kata Sandiaga dalam keterangannya, Minggu (30/5).

Dengan data tersebut, ia berharap distribusi vaksin lebih digiatkan, khususnya di sektor parekraf untuk membangkitkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan dan pekerja pariwisata.


Sandiaga mengatakan, vaksin kini menjadi salah satu aturan yang diperhitungkan dalam dunia pariwisata. Banyak negara yang mulai menerima wisatawan dengan syarat vaksinasi.

Sebelum membuka diri, kata dia, negara-negara tersebut sudah lebih dulu menjamin wisatawan dengan memvaksin pelaku pariwisatanya.

Dalam konteks pariwisata Indonesia, lanjutnya, Bali kini tengah menjadi prioritas. Saat ini Bali memiliki beberapa strategi untuk mengembalikan angka kunjungan, salah satunya adalah dengan vaksin.

"Di Bali sendiri target vaksinnya 70 persen sebelum travel corridor dibuka di kuartal ketiga. Nah ini yang jadi target kami, memastikan agar Covid-19 menurun dan kembali membangkitan sektor parekraf," jelasnya.

Selain Bali, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengatakan beberapa daerah pun sudah mengantre untuk dipulihkan. Mulai dari Yogyakarta hingga Jakarta sudah masuk dalam daftar.

"Bali jadi prioritas utama untuk vaksin pariwisata dan ekonomi kreatif. Setelah itu ada Borobudur dan sekitarnya, Joglosemar, dan Jakarta," demikian Sandiaga.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya