Berita

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan/Net

Politik

Pengamat: Novel Baswedan Jangan Seenaknya Sendiri

MINGGU, 30 MEI 2021 | 08:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan diminta untuk tidak terus-terusan merasa dizalimi dalam tes wawasan kebangsaan yang menjadi syarat pegawai KPK menjadi ASN. Dalam tes yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu, nama Novel Baswedan disebut-sebut masuk dalam kategori pegawai tidak lolos.

Namun demikian, sikap Novel Baswedan dinilai telah berlebihan oleh pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam.

Ini lantaran Novel Baswedan mengklaim akan menolak untuk ikut dibina jika namanya masuk dalam 24 pegawai KPK yang masih mendapat kesempatan diangkat sebagai ASN.


"Saya kira Novel jangan seperti seenaknya sendiri dan semau-maunya sendiri. Karena publik akan menilai tidak baik. Kalau misalnya Novel termasuk 24 pegawai yang masih bisa dibina, mestinya tidak menolak," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (30/5).

Jika Novel tetap menolak dibina, publik akan menganggap bahwa Novel sedang jual pengaruh dan playing victim kepada publik yang seolah-olah dizolimi.

"Kalau tetap menolak, maunya Novel apa? Maunya lulus? Kalau memang tidak lulus bagaimana?" heran Saiful.

Menurutnya, Novel seharusnya legowo seperti peserta seleksi CPNS lain yang gagal ikut tes. Di mana mereka harus mengulang saat tes itu kembali digelar.

"Kalau kemudian mereka memberontak seperti halnya Novel, maka bisa hancur negara ini. Saya kira Novel harus gentlemen, kalau memang tidak lulus mestinya menyerahkan mandat," demikian Saiful Anam.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya