Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Thailand Datangkan Satu Juta Dosis Vaksin Sinopharm China Sebagai Alternatif Vaksinasi Berbayar

SABTU, 29 MEI 2021 | 18:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Thailand akan menerima kiriman satu juta dosis vaksin Covid-19 Sinopharm China pada Juni mendatang. Vaksin tersebut akan diperuntukkan sebagai alternatif berbayar untuk kelompok tertentu yang tidak ingin menunggu.

Keterangan itu disampaikan Chulabhorn Royal Academy (CRA) yang mempunyai inisiatif atas rencana itu, pada Jumat (28/5) waktu setempat.

Sekretaris Jenderal CRA, Nithi Mahanonda mengatakan bahwa vaksin itu akan diperoleh dengan anggaran akademi, sehingga tidak bisa ditawarkan secara gratis.


"Sektor swasta atau lembaga apa pun yang berisiko dan ingin mempercepat proses agar staf mereka dapat menghubungi akademi," kata  Nithi dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Bangkok Post (29/5).

"Harga vaksin tidak akan melebihi 1.000 baht per suntikan, termasuk asuransi," kata  Nithi.

Sebelumnya, pada hari Kamis, CRA mengumumkan rencana pengadaan pasokan dari vaksin Sinopharm, yang diproduksi oleh Beijing Institute of Biological Product Co, sebagai alternatif dari dua formula dari Sinovac dan AstraZeneca yang saat ini diandalkan.

Pengumuman tersebut mendapat sambutan hangat dari banyak pihak, terutama karena suntikan Sinovac masih belum mendapat persetujuan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia.

Namun, sebagian besar orang berasumsi bahwa impor tersebut akan ditawarkan secara gratis sebagai tambahan dari program vaksinasi negara.

“Seperti yang sudah saya klarifikasi, ini adalah pilihan lain. Saya kira masyarakat tidak bisa datang untuk menerimanya atau mungkin tercampur dengan vaksin negara,” kata Nithi.

"Pasokan ini dicadangkan untuk membantu meringankan kekurangan saat ini di antara kelompok yang sangat membutuhkan dan memungkinkan Kementerian Kesehatan Umum untuk memberikan beberapa sekolah dan bisnis sektor swasta jalan lain untuk mengamankan perlindungan bagi murid dan karyawan mereka," lanjutnya.

"Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) menjadikan formula Sinopharm sebagai vaksin virus corona kelima yang sejauh ini disetujui di Thailand," kata sekretaris jenderal FDA Paisarn Dankum pada konferensi pers.

"Empat vaksin lainnya dibuat oleh Johnson & Johnson, Moderna, AstraZeneca dan Sinovac. Aplikasi untuk mendaftarkan dua vaksin Covid-19 lagi, Sputnik V dari Rusia dan Covaxin dari India, juga sedang dalam proses untuk mendapatkan persetujuan," katanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya