Berita

Kepala Lab Psikologi Universitas Bina Nusantara, Istiani/RMOL

Politik

Sesuai Metode Ilmiah, TWK Tertulis Dan Wawanacara Untuk Gali Profil Pegawai KPK

SABTU, 29 MEI 2021 | 16:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Metode dari pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) memiliki berbagai cara untuk mengetahui karakter seseorang.

Begitu dikatakan Kepala Lab Psikologi Universitas Bina Nusantara, Istiani menyikapi polemik yang mempersoalkan TWK bagi pegawai KPK sebagai syarat alih fungsi menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Itu kan bagaimana cara seseorang menggali itu banyak kan bisa berbagai macam cara jadi tidak to the point, tapi ada istilah muter jalannya kan kaya gitu,” kata Istiani, Sabtu (29/5).


Istiani menjelaskan, dari hasil TWK itu kemudian akan didapat profil seseorang.

Pihak penyelenggaran TWK KPK dalam hal ini BKN, tidak hanya menggunakan satu metode saja yaitu tes tertulis, melainkan tes wawancara.

“Dari hasil tes itu dapat profilnya, hasil tesnya orang ini kecenderungannya ke mana menggalinya, makanya BKN menggunakan assement center," ujarnya.

"Kalau assement center metodenya itu bisa beberapa jadi bukan hanya dari hasil tes tapi ada metode lain salah satunya interview atau wawancara,” dia menambahkan.

Istiani meyakini assesment TWK di KPK sudah sesuai. Ia menyebut 51 pegawai KPK yang tidak lolos TWK kurang memahami tes yang diikuti.

“Sudah (sesuai) secara metode. (51 pegawai yang tidak lolos TWK) itu karena ketidakpahaman,” jelasnya.

Istiani menekankan, sikap BKN tidak akan mengungkap hasil TWK para pegawai KPK ke publik. Sebab, akan ada dampak sosial bila hasil TWK diungkap.

“Konsekuensinya kalau hasil dibuka kan yang harus disadari kalau dibuka nanti si yang ikut tes dibuka aibnya. Tapi saya pikir BKN tidak membuka itu. Karena kalau dibuka kira-kira dampak sosialnya akan seperti apa,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya