Berita

Jurubicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiyawan/Net

Politik

Selain Menunggu Verifikasi BPJS, BSSN-Polri Juga Telusuri Aliran Transaksi Bocornya Data Kependudukan

SABTU, 29 MEI 2021 | 12:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih menunggu klarifikasi dari BPJS Kesehatan terkait dugaan kebocoran 279 juta data pengguna.

Jurubicara BSSN, Anton Setiyawan mengatakan, BPJS Kesehatan sampai saat ini baru mendapatkan sampel 1 juta data dari klaim 279 juta data yang bocor.

Penelusuran itu, kata Anton, merupakan langkah utama dan wajib untuk memastikan apakah sampel 1 juta data memang benar data BPJS Kesehatan.


"Ketika terjadi insiden maka yang pertama harus dilakukan adalah verifikasi yang cermat dan cepat, klaimnya 279 juta, sampelnya 1 juta," kata Anton dalam serial diskusi Polemik Trijaya bertema "Darurat Perlindungan Data Pribadi", Sabtu (29/5).

"Karena kita tidak ada yang memegang data 279 juta tersebut, sekarang kita berasumsi dengan yang 1 juta yang dijadikan sampel," imbuhnya.

Selain menunggu verifikasi BPJS Kesehatan, lanjut Anton, BSSN juga bekerjasama dengan Tim Siber Bareskrim Polri untuk menelusuri aliran transaksi dari kebocoran data tersebut.

"Kalau kita menelusuri penjahat kita melihat aliran uangnya ke mana, berarti ke bitcoinnya kan, ini yang sedang dilakukan teman-teman di Bareskrim," terangnya.

Dia pun meminta publik menunggu kerja dari lembaga-lembaga terkait untuk menelusuri sebelum akhirnya mengumumkan apa yang sebenarnya terjadi dengan data-data tersebut.

"Detailnya saya enggak bisa membuka, pasti nanti kalau selesai akan disampaikan teman-teman," ucap Anton.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya