Berita

Ilustrasi: Hamaparan gedung tinggi di Malaysia/Net

Dunia

Malaysia Tarik Rem Darurat Akibat Lonjakan Covid-19

SABTU, 29 MEI 2021 | 02:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lonjakan kasus Covid-19 yang mencapai 8 ribu kasus mengharuskan pemerintah Malaysia menarik rem darurat penanganan.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan, bahwa pihaknya bakalan melakukan penguncian (lockdown) total seluruh kawasan di Malaysia.

Dia menuturkan, lonjakan kasus positif yang mencapai 8.290 pada Jumat kemarin (28/5), mengharuskan adanya penghentian total kegiatan sosial dan ekonomi di negri Jiran tersebut.


"Keberadaan varian (Covid-19) agresif baru dengan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan lebih cepat telah mempengaruhi keputusan ini," ujar Muhyiddin dikutip dari AFP, Sabtu (29/5).

Muhyiddin menambahkan, peningkatan kasus harian yang masuk hitugan paling tinggi itu membuat kapasitas rumah sakit menjadi terbatas.

Tercatat sejak awal pandemi di negara berpopulasi 32 juta penduduk ini, jumlah total kasus positif mencapai 549.514 orang, dan jumlah kematian sebanyak 2.552 jiwa.

Catatan rekor tertinggi Malaysia sebelum kemarin terjadi pada 19 Mei, yakni lebih dari 6.000 kasus dalam sehari.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya