Berita

AHY, Anies Baswedan, Airlangga Hartarto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Selain Puan, Enam Tokoh Ini Juga Layak Dipertimbangkan Prabowo Sebagai Cawapres, Sandi Tidak Masuk

KAMIS, 27 MEI 2021 | 16:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani menegaskan, Perjanjian Batutulis tahun 2009 hanya bagian dari catatan untuk diingat. Tidak terkait lagi dengan agenda politik 2024.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, penegasan Ahmad Muzani itu mengisyaratkan, Gerindra masih terbuka seluas-luasnya berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

"Tampaknya akan banyak partai lain yang siap bersama Gerindra untuk mengusung Prabowo," ujar Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kmais (27/5).


Menurutnya, peluang itu akan semakin besar apabila pasangan Prabowo yang akan diusung dinilai layak oleh partai lain.

"Karena itu, Gerindra seyogyanya cermat memilih cawapres yang mendampingi Prabowo agar partai lain yakin pasangan yang diusung akan memenangi kontestasi Pilpres 2024," kata Jamiluddin.

"Hal itu wajar mengingat Prabowo sudah berulang maju pada pilpres namun tetap kalah. Tentu ini akan membuat partai lain lebih berhati-hati untuk berkoalisi dengan dengan Gerindra dalam mengusung Prabowo," sambungnya.

Hemat Jamiluddin, selain politisi utama PDI Perjuangan, Puan Maharani, ada beberapa cawapres yang layak dipertimbangkan Prabowo. Diantaranya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Namun, tidak menutup kemungkinan Gerindra berkoalisi dengan PKB. Peluang ini akan terbuka bila Prabowo menjadikan Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya. Hal yang sama juga dapat dilakukan dengan Partai Golkar, di mana Prabowo berpasangan dengan ketumnya Airlangga Hartarto.

"Bahkan akan dahsyat bila Prabowo berpasangan dengan Anies Baswedan (Gubernur Jakarta). Kalau ini dapat diwujudkan, tampaknya Prabowo berpeluang memang akan jauh lebih besar," ucap Jamiluddin.

Karena sama-sama dari Partai Gerindra dan pernah berpasangan pada Pilpres 2019, Jamiluddin menduga Prabowo tidak akan berpasangan lagi dengan Sandiaga Uno.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya