Berita

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad/RMOL

Politik

DPR Optimis, APBN Bisa Topang Pemulihan Ekonomi Meski Masih Defisit

KAMIS, 27 MEI 2021 | 15:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN) tetap menjadi tiang utama dari pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

"APBN tahun 2021 tentu adalah kekuatan utama pemulihan ekonomi, kalau kata pemerintah 'kerja keras APBN terus berlanjut'," ujar anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad dalam serial diskusi 'Tanya Jawab Cak Ulung: APBN Indonesia Kritis?' pada Kamis (27/5).

Kamrussamad menjelaskan, pada tahun 2021 ini pemerintah mendapatkan alokasi APBN Rp 2.750 triliun dengan kenaikan 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


"Kondisi di tahun 2021, kalau total belanja APBN kita Rp 2.750 T dengan pertumbuhan dibandingkan tahun 2020 itu 6 persen, ada kenaikan 6 persen dibanding realisasi APBN kita di tahun 2020," terangnya.

Diuraikan legislator Partai Gerindra ini, dari total seluruh APBN itu kemudian terbagi dalam beberapa pos anggaran.

"Dari Rp 2.750 T itu, ada Rp 175 T untuk sektor kesehatan di tahun 2021 ini, kemudian ada Rp 148 T kita alokasikan untuk perlindungan sosial jadi seperti PKH, BST dan Program Kartu Prakerja dan program sosial lain yang kita harapkan jadi penopang pemulihan ekonomi," urainya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku mendukung alokasi untuk UMKM dan pembiayaan koperasi mencapai Rp 193,7 T, insentif usaha dan pajak Rp 56 T, dan program prioritas nasional dengan nilai sekitar Rp 127 T.

Akan tetapi, catatan defisit saat ini diakui tidak terlampau tinggi. Sehingga, APBN masih bisa menjadi penopang pemulihan ekonomi dengan alokasi dan lebijakan yang tepat.

"Jadi defisit tahun ini itu lebih rendah dari tahun 2020. Artinya apa kita mengharapkan bahwa APBN dan kebijakan fiskal peranannya sangat penting dan vital dalam pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya