Berita

Ilustrasi e-Warong yang bakal disetop Mensos Risma/Net

Politik

Politikus Gerindra Dukung Risma Hapus E-Warong, Ini Alasannya

KAMIS, 27 MEI 2021 | 11:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penghapusan e-Warong yang diputuskan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI pada Senin lalu diapresiasi berbagai kalangan.

Salah satunya politikus Gerindra Kabupaten Cirebon, Nana Kencana Wati. Ia menilai awal dibentuknya e-Warong punya tujuan yang baik. Yaitu untuk menghidupkan warung-warung kecil di pelosok desa dengan ketentuan setiap tahun ganti agar warung-warung kecil tersebut bisa berkembang.

"Supliernya diutamakan UMKM setempat, kecuali di desa tersebut tidak ada UMKM yang menyediakan barang-barang yang dibutuhkan baru mengambil dari luar wilayah desa setempat,” kata Nana saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (27/5).


Namun pada kenyataannya, e-Warong yang ada sekarang tidak pernah ganti, kalaupun ada sangatlah langka. Sementara supliernya juga hanya dikuasai oleh segelintir pengusaha tertentu saja.

"Saya secara pribadi sangat setuju e-Warong ini dihapus, bagikan saja uangnya sehingga masyarakat bisa memilih sesuai selera dan kebutuhan,” tegas Nana.

Pensiunan Guru SMA Sindanglaut Cirebon yang kini terjun ke dunia politik tersebut pun mewanti-wanti agar Mensos Risma tidak  mengganti e-Warong dengan nama lain, jika hanya ganti istilah maka percuma saja. Pasalnya dikhawatirkan akan sarat lagi dengan korupsi maupun manipulasi.

"Apalagi e-Warong online tambah tidak jelas siapa pemiliknya, siapa supliernya, bahkan berapa jumlah KPM yang menerimanya, karena tidak semua masyarakat punya handphone. Terutama yang sudah sepuh-sepuh (tua), dipastikan tidak akan faham mengoperasikan aplikasi program tersebut,” ungkapnya.

Legislator ini mengklaim rakyat sudah muak dengan permainan demi permainan, skenario demi skenario. Diharapkan, masyarakat jangan dibuat semakin malas dan ketergantungan dengan bantuan.

Karena uang triliunan selama pandemi yang dapat dari berutang itu kalau digunakan untuk padat karya mungkin sudah dapat menormalisasi sungai-sungai dan pengelolaan sampah seluruh Indonesia, menghidupkan UMKM bagi ekonomi kerakyatan.

"Jadi rakyat tidak disuapi terus, kecuali manula, penyandang disabilitas, yatim piatu yang tidak berkemampuan. Karena masyarakat perlu advokasi, motivasi, dan fasilitasi untuk menghidupi dirinya dan keluarganya dengan mandiri dan tinggi harga diri,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya