Berita

Gedung Merah Putih KPK/Net

Politik

KPK Harus Independen Sikapi 75 Pegawai Tak Lolos Test Kebangsaan

RABU, 26 MEI 2021 | 20:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengamat Politik, Tamil Selvan menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru tak menghormati assament yang dilakukan melalui Test Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai proses alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Dimana sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan 24 dari 75 pegawai lembaganya yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan alias TWK masih bisa diangkat menjadi ASN. Namun, mereka harus mengikuti pelatihan wawasan kebangsaan dan bela negara.

Disisi lain Tamil memaklumi bahwa langkah yang diambil oleh KPK tersebut adalah dimunkinkan sebagai tindak lanjut apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa TWK jangan merugikan pegawai KPK.


"Namun terlepas dari itu, KPK harus bisa mengambil sikap independen. Saya juga meminta agar Presiden jangan terlalu mencampuri urusan KPK, karena baik dan buruknya KPK ada penanggung jawabnya yaitu komisioner KPK," kata Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (26/5).

KPK, menurut Tamil, harus bisa menyatakan dirinya independen, bukan dalam hal penanganan tindak pidana korupsi saja melainkan juga mensikapi opini publik dan tekanan dari kelompok-kelompok tertentu.

"Kalaupun ada intervensi-intervensi walaupun dari sisi wacana, kemudian ditindaklanjuti dengan istilahnya penyelamatan yang gagal tersebut, maka semangat independensi KPK tidak terlaksana dengan baik," ujar Tamil.

Disisi lain, menduga ada beberapa kemungkinan di balik tidak lolosnya 75 pegawai KPK dalam TWK ini. Antara lain, ke-75 pegawai KPK tersebut memang sengaja tidak meloskan diri, tujuannya untuk merebut simpati publik.

Kemudian, sambung Tamil, dimungkinkan juga bahwa tingkat wawasan kebangsaan ke-75 pegawai KPK ini memang lebih rendah dari 1.351 orang pegawai KPK yang berhasil lolos dan dinyatakan memenuhi syarat dalam test itu.

"Paling tidak lebih rendah dari 1.351 orang wawasan kebangsaannya. Itu artinya memang tidak perlu ada pembahasan khusus untuk yang 75 orang tak lolos dalam TWK ini," demikian Tamil.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya