Berita

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawat/Net

Politik

Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Pada Kuartal II Capai 8,3 Persen, Anis Byarwati: Jangan Terlalu Optimis

SELASA, 25 MEI 2021 | 12:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keyakinan tinggi ekonomi nasional akan membaik pada semester II 2021 diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menkeu memprediksikan pertumbuhan ekonomi berada di angka 7,1 hingga 8,3 persen pada kuartal II 2021.

Prediksi Sri Mulyani ini pun disorot anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati.

Menurut Anis, tantangan pada triwulan II 2021 jauh lebih besar. Adanya kebijakan pelarangan mudik tanpa ada alternatif untuk mendorong daya beli dan konsumsi masyarakat membuat perekonomian nasional masih tertekan.


"Pemerintah jangan terlalu optimis dengan target pertumbuhan mencapai 7-8 persen, tetapi tetap realistis dengan pergerakan ekonomi yang masih dipenuhi ketidakpastian,” ucap Anis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (25/5).

Legislator dari Fraksi PKS ini mengurai, ekonomi nasional pada triwulan I-2021 dibanding triwulan I-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,74 persen year on year.

"Perekonomian nasional masih mengalami resesi, efektifitas kebijakan Pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi masih jauh 'panggang dari api'. Bandingkan dengan beberapa negara yang sudah tumbuh positif seperti China (18,3%), Amerika Serikat (0,4%), Singapura (0,2%), Korea Selatan (1,8%), Vietnam (4,48%),” bebernya.

Jika dilihat dari sisi produksi, lanjut Anis, kontraksi terdalam ada di lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar sebesar 13,12 persen; penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,26 persen; Jasa Perusahaan sebesar 6,10 persen; Jasa Lainnya sebesar 5,15 persen; dan Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 2,99 persen.

"Efek kebijakan pembatasan perjalanan dan kegiatan di luar ruang memiliki dampak terhadap beberapa sektor terkait,” imbuhnya.

Kemudian, beberapa sektor yang memiliki kontribusi terhadap PDB juga masih mengalami kontraksi. Seperti Industri Pengolahan (19,84%) sebesar 1,38; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (13,10%) sebesar 1,23%; konstruksi (10,8%) sebesar 0,79%.

Hanya sektor pertanian yang mampu tumbuh positif (13,17%) sebesar 2,95%.

"Masih terkontraksinya beberapa sektor yang memberikan kontribusi terhadap PDB, menunjukkan kebijakan Pemerintah belum cukup efektif dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor tersebut,” ucapnya.

Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran terbesar dalam PDB juga masih mengalami kontraksi. Konsumsi Rumah Tangga (56,93%) sebesar 2,23 dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto atau investasi (31,98%) sebesar 0,23 persen.

Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sebagian besar digunakan untuk mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat masih perlu ditingkatkan efektivitasnya.

"Manajemen pendistribusian bansos, khususnya validitas data perlu dibenahi, mengingat temuan KTP ganda oleh Kemensos. Selain itu, masih besarnya SiLPA tahun 2020 dan saldo pemerintah daerah di lembaga perbankan, menunjukkan kebijakan belanja baik pusat maupun daerah belum efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya