Berita

Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno/Net

Politik

Relawan Jokowi JoMan Jagokan Duet Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno

SENIN, 24 MEI 2021 | 15:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nominasi calon presiden 2024 mulai bermunculan. Salah satu nominasi capres termasuk cawapres terkuat disuarakan oleh kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan).

Kelompok relawan Jokowi militan ini menilai syarat pemenangan Pilpres 2024 adalah pasangan berbasis nasionalis, religius dan milenial.

Ketua Umum JoMan, Imanuel Ebenezer mengungkapkan ketiga syarat itu dimilki Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.


"Kenapa harus nasionalis karena sejarah pemilu dari Indonesia merdeka hingga hari ini, pemenang pemilu selalu figur nasionalis. Terakhir misal Jokowi. Kedua, cawapres harus religius sebagai penyeimbang," kata aktivis 98 ini, Selasa (24/5).

Terakhir, kata Noel saapan akrab Imanuel Ebenezer, yang ketiga adalah pada Pilpres 2024, suara pemilih pemula meningkat tajam. Suara kaum milenial hanya akan memilih capres dan cawapres yang mewakili atau representasi mereka.

Menurut Noel, ketiga syarat utama ini hanya dimiliki Ganjar Pranowo dan Sandiaga  Uno. Karena itu, dia menilai, duet Ganjar-Sandi memiliki peluang terbesar untuk memenangi kompetisi pilpres mendatang.

"Memang ada sejumlah nama lain yang berpeluang. Tapi saya kira keduanya paling unggulan," ungkap dia.

Soal partai politik, lanjut Noel, tergantung pada survei. Meski bukan pemilik partai, rujukan keputusan dari eksekutif partai tetap akan melihat kader yang paling berpeluang menang.

"Kalau dilihat survei kan sepertinya stagnasi ya. Prabowo nomor 1. Kedua diisi Ganjar dan terakhir posisi 5 besar diisi Sandiaga," paparnya.

Noel meyakini duet Ganjar-Sandi pilih tanding dan sulit dikalahkan oleh lawan-lawannya.

"Duet maut nasionalis-religius. Ini pilihan terbaik buat rakyat. Saya yakin Pemilu 2024 tidak akan terlalu keras, sangat tidak SARA dan  tidak membelah sekali seperti 2014 dan 2019," ucap dia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya