Berita

Ilustrasi tes seleksi CPNS/Net

Politik

Kemenkumham: Hati-hati Penipuan, Kami Belum Umumkan Informasi Seleksi CPNS

SENIN, 24 MEI 2021 | 07:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) meminta masyarakat untuk waspada dengan penipuan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Peringatan ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Sekjen Kemkumham), Andap Budhi Revianto seiring beredarnya informasi penerimaan CPNS yang mengatasnamakan Kemenkumham.

"Terkait beragam informasi mengenai penerimaan CPNS Kemenkumham, saya meminta masyarakat untuk berhati-hati agar tidak tertipu oleh oknum yang memanfaatkan momen ini," ujar Andap Budhi kepada wartawan, Senin (24/5).


Andap mengatakan, memang benar bahwa pihaknya akan menyelenggarakan proses penerimaan CPNS. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman secara resmi dari Kemenkumham.

“Kami belum sekalipun secara resmi menyampaikan informasi terkait hal tersebut kepada publik," katanya.

Andap menegaskan, informasi yang beredar saat ini tidak disebarkan oleh akun resmi Kemkumham, sebab memang belum waktunya. Atas dasar itu, dia meminta masyarakat untuk waspada terhadap informasi penerimaan CPNS Kemenkumham yang bisa berpotensi penipuan.

Informasi penerimaan CPNS Kemkumham, kata Andap, secara resmi hanya akan disampaikan melalui web resmi Kemkumham, yakni cpns.kemenkumham.go.id, atau akun resmi media sosial (instagram) yaitu @cpns.kumham dan @kemenkumhamri.

"Informasi penerimaan CPNS Kemkumham hanya akan kami sampaikan melalui akun-akun resmi tersebut pada tanggal pada tanggal 30 Mei 2021," tuturnya.

"Sekali lagi, saya mengharapkan seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan penerimaan CPNS Kemenkumham ini," demikian Andap.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya