Berita

Ilustrasi PDIP/Net

Politik

Kalau Ingin Menangi Pilpres 2024, PDIP Harus Dukung Kompetisi Tokoh Internal Partai

SENIN, 24 MEI 2021 | 05:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

PDIP tidak boleh memaksakan kehendak apabila ingin kembali memenangkan kontestasi pemilihan presiden di tahun 2024 mendatang.

Demikian pendapat Direktur Riset Indonesian Presidensial Studies Arman Salam saat berbincang terkait potensi kemenangan PDIP di Pilpres 2024.

Kata Arman, PDIP seharusnya bersyukur karena banyak kadernya yang masuk 10 besar sebagai tokoh potensial Capres 2024.


Analisa Arman, PDIP harus benar-benar jeli melihat pola dan perilaku pemilih di Indonesia. Sebabnya, dalam era pemilihan langsung seperti saat ini rakyat menjadi penentu kemenangan.

"PDIP harus bijak dan jeli melihat peta dan perilaku pemilih karena hakekatnya dalam Pemilu pemegang saham terbesar adalah masyarakat sebagai penentu kemenangan," demikian kata Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/5).

Lebih lanjut, Arman menjelaskan, politik adalah seni mendapatkan kekuasaan. Meski demikian, pemetaan akan figur yang diusung adalah langkah awal mendapatkan kemenangan.

Pandangan Arman, sosok kader yang bekerja keras pasti akan menarik simpati publik. Salah satu contohnya adalah Ganjar Pranowo.

Menurutnya, PDIP sebagai partai yang menargetkan kemenangan paska Jokowi tidak bisa maju kembali harus mendukung kompetisi internal.

"Seharusnya model kompetisi internal tersebut didukung penuh dan digalakkan oleh semua partai bukan karena suka tidak suka secara subjektif sang pemimpin partai," demikian kata Arman.

Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP mendapatkan hasil survei yang tinggi.

Meski demikian, tingginya keterpilihan publik itu tidak diterima dengan baik oleh elite PDIP.

Puncaknya, saat Puan Maharani bertemu kader PDIP Jateng, Ganjar malah tidak diundang.

Alasan kuatnya, Ganjar tambah kelewatan karena melakukan pencitraan politik tanpa restu dari Megawati.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya