Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Politik

Anies Keren Kalau Dilamar Partai Nasionalis Dan Wakilnya Tokoh Islam

MINGGU, 23 MEI 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang tengah memiliki panggung besar untuk bisa melenggang di Pilpres 2024 mendatang. Terlebih lagi jika kerja nyatanya mendapat apresiasi dari publik.

Begitu kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menanggapi hasil survei teranyar yang dirilis ARSC. Survei ini menempatkan nama Anies di atas Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon yang dipilih rakyat saat pilpres.

Hendri Satrio, yang juga merupakan pendiri lembaga survei Kedaikopi menjelaskan bahwa di hasil surveinya juga menunjukan hal tang tidak berbeda. Ini lantaran Anies memang sedang memiliki panggung untuk memupuk elektabilitas.


“Ya sekarang panggungnya memang lagi bagus untuk Anies dan dia mudah untuk melakukan berbagai hal yang bisa dilihat oleh masyarakat sebagai gubernur ibukota," ucap Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/5).

Namun demikian, Hendri Satrio menolak jika Anies dianggap sudah di atas angin. Sebab perjalanan menuju pilpres masih panjang. Sementara Anies juga akan menanggalkan jabatan sebagai gubernur pada tahun depan.

“Perjalanannya masih jauh. Mending konsentrasi untuk melakukan kerja-kerja baik," katanya.

Terlepas dari itu, Hensat sapaat akrabnya, menilai bahwa kerja-kerja baik Anies pasti akan membuahkan hasil. Jika elektabilitas tetap moncer, maka bukan tidak mungkin partai akan melirik.

Agar Anies menjadi calon yang mendapat dukungan rakyat, Hensat menyarankan agar mantan Mendikbud itu maju dari partai nasionalis. Di satu sisi, Anies juga harus menggandeng tokoh agama yang merepresentasikan Islam sebagai wakilnya.

“Dilamar mah iya, tapi yang lebih keren itu kalau Anies dilamar dengan partai nasionalis. Wakilnya nanti dari yang agama itu keren,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya