Berita

Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Repro

Politik

Daripada Pilih 3 Periode, Nasdem Minta Jokowi Memberikan Endorsements Ke ...

SABTU, 22 MEI 2021 | 20:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebagian besar masyarakat Indonesia menolak wacana amandemen UUD 1945 yang salah satu tujuannya menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Daripada amandemen dan menambah masa jabatan, Presiden Joko Widodo didorong oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk memberikan dukungan (endorsments) ke calon.

Usulan Partai Nasdem ini sejalan dengan persepsi masyarakat yang mengikuti survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) bertemakan "Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024".


Dalam rilis survei tersebut disebutkan bahwa dari mayoritas responden yang sebanyak 1.200 orang, atau sebesar 74,13 persen, mengaku setuju jika Jokowi memberikan dukungan pada figur lain di pilpres 2024 mendatang.

Ketua DPP Partai Nasdem Saan Mustopa mengungkapkan, saat ini yang perlu diperhatikan bersama adalah, kepada siapa Jokowi akan memberikan endorsements untuk pilpres mendatang.

"Penting juga catatan terkait dengan endorsements Pak Jokowi," kata Saan saat menjadi pembicara dalam rilis survei ARSC yang diselenggarakan virtual pada Sabtu (22/5).

Bagi Saan, dukungan langsung dari Jokowi sebagai presiden dua periode akan sangat berarti bagi elektoral satu calon nantinya.

Walau bukan ketua umum partai politik, lanjutnya, Jokowi tetap punya kekuatan dan nilai tawar saat mengkampanyekan satu figur untuk pilpres.

"Siapa pun presiden yang akan mengakhiri masa jabatannya di periode kedua, tentu dia juga punya kekuatan untuk meng-endeorse," tuturnya.

"Dan itu nanti akan memberikan efek elektoral terhadap calon presiden yang di endorse tadi," pungkas Saan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya