Berita

Deputi V Bidang Strategis Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani/Net

Politik

Soal Teror Aktivis Hingga Dugaan Kebocoran Data Kependudukan, KSP: Ini Peristiwa-peristiwa Yang Tidak Diharapkan

SABTU, 22 MEI 2021 | 12:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pihak Istana angkat bicara terkait sejumlah peristiwa yang beberapa hari belakangan ini menjadi perbincangan publik.

Deputi V Bidang Strategis Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi mengenai pengakuan sejumlah aktivis masyarakat sipil dan beberapa tokoh masyarakat yang diteror dan mengalami upaya peretasan atas nomor kontak pribadi dan akun media sosialnya.

Disamping itu, Jaleswari juga mendapat informasi mengenai dugaan kebocoran 279 data kependudukan yang diperjual belikan di dunia maya.


"Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan hal yang tidak kita harapkan bersama. Ini suatu hal yang meresahkan dan memprihatinkan," ujar Jaleswari dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (22/5).

Pihak Istana, lanjut Jaleswari, mempersilakan para aktivis untuk menyampaikan kritikannya secara terbuka mengenai upaya peretasan dan teror yang mereka alami.

Namun demikian, Jaleswari juga mengharapkan adanya masukan yang membangun untuk perbaikan tata kelola pemerintahan, dan juga edukasi untuk masyarakat luas.

"Masyarakat sipil merupakan elemen penting penyangga demokrasi yang sehat. Sepanjang dalam bingkai konstitusi dan regulasi, aktivitas masyarakat sipil harus dilindungi," tuturnya.

"Bagi individu yang merasa mendapat ancaman, teror dan sejenisnya dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab supaya aktif melaporkannya kepada aparat penegak hukum untuk dapat diambil tindakan," sambung Jaleswari.

Tekait dugaan kebocoran data kependudukan, Jaleswari menyatakan hal itu merupakan pelanggaran yang harus segera ditindak oleh penegak hukum.

Disamping itu, pemerintah juga tengah berupaya untuk membenahi sistem regulasi terkait perlindungan data pribadi penduduk Indonesia dengan mengajukan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.

"Data pribadi penduduk harus dilindungi dan dijaga dengan baik. Dugaan kebocoran data penduduk harus ditelusuri kebenarannya. Para pihak harus bertanggungjawab jika kebocoran data penduduk terbukti. Harus diusut tuntas," pungkas Jaleswari.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya