Berita

Penyanyi Lady Gaga/Net

Entertainment

Lady Gaga Curhat Jadi Korban Rudapaksa Produser Hingga Hamil Usia 19, Alami Gangguan Trauma Berkepanjangan

SABTU, 22 MEI 2021 | 10:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Siapa tak kenal dengan penyanyi perempuan kenamaan asal AS, Lady Gaga. Ternyata bintang cantik yang terkenal dengan penampilan nyentrik itu selama ini menyimpan kisah traumatis yang dialaminya saat masih remaja.

Penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu mengisahkan cerita pilunya dalam sebuah film dokumenter 'The Me You Can't See,' yang diciptakan oleh Oprah Winfrey dan Pangeran Harry untuk platform Apple TV+ pada Jumat (21/5).

Gaga secara blak-blakan mengaku bahwa dia pernah menjadi korban rudapaksa yang dilakukan oleh seorang produser musik hingga dirinya hamil pada usia 19 tahun, suatu cobaan yang akhirnya menyebabkan dia mengalami 'gangguan psikotik total'.


Artis asal New York ini pertama kali membahas soal pelecahan seksual yang dialaminya bersama DJ radio Howard Stern pada tahun 2014. Dia mengatakan peristiwa itu telah menyebabkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) yang masih dia alami hingga saat ini.

"Saya berusia 19 tahun dan saya bekerja di bisnis ini dan seorang produser berkata kepada saya: 'Lepaskan pakaian Anda'," ungkapnya dalam film dokumenter itu, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (22/5).

"Saya bilang tidak. Dan saya pergi," kenang Gaga.

"Dan mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka akan membakar semua musik saya dan mereka tidak berhenti bertanya kepada saya dan kemudian saya hanya membeku dan saya hanya ... Saya bahkan tidak ingat," katanya sambil menangis.

Perempuan berusia 35 tahun, yang tidak pernah mengungkapkan identitas pemerkosa yang meninggalkannya saat tahu dirinya hamil. Gaga mengatakan bahwa dia akan terus merahasiakan namanya dari publik karena dia "tidak ingin bertemu dengan orang itu lagi."

“Saya menyadari itu adalah rasa sakit yang sama yang saya rasakan ketika orang yang memperkosa saya menurunkan saya saat hamil di sudut rumah orang tua saya, karena saya muntah dan sakit. Karena saya dianiaya. Saya dikurung di studio selama berbulan-bulan."

Dia mengungkapkan bahwa hanya beberapa tahun kemudian, ketika serangan kecemasan membawanya ke rumah sakit, dia menyadari bahwa dia menderita gangguan stres pascatrauma.

"Saya mengalami gangguan psikotik total dan selama beberapa tahun saya bukan gadis yang sama," kata Gaga.

"Sepertinya otak Anda tidak aktif dan Anda tidak tahu mengapa tidak ada orang yang panik, tetapi Anda berada dalam kondisi paranoia yang luar biasa," ungkapnya.  

"Sungguh hal yang sangat nyata untuk merasa seperti ada awan hitam yang mengikuti Anda kemanapun Anda pergi memberi tahu Anda bahwa Anda tidak berharga dan harus mati," kata Gaga.

Dia memperkirakan bahwa butuh dua setengah tahun terapi untuk mengendalikan keinginan untuk menyakiti dirinya sendiri.

"Saya belajar semua cara untuk menarik diri saya sendiri," ujarnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya