Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono Minta 75 Pegawai KPK Status TMS Diberhentikan Dengan Hormat Dan Diberi Pesangon

JUMAT, 21 MEI 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebanyak 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) harus diberhentikan dengan hormat.

Demikian disampaikan mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/5).

Menurut Arief pemberhentian dengan hormat itu sesuai dengan UU 19/2019 tentang KPK,


"Yang pasti 75 Pegawai KPK yang tidak lulus TWK otomatis sesuai UU KPK harus diberhentikan dari KPK dengan hormat atas pengabdian mereka selama ini," ujar Arief Poyouno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/5).

Selain itu kata Arief, 75 pegawai tersebut juga harus diberikan surat pengalaman kerja dari KPK untuk bisa mencari pekerjaan baru.

"Dan hak-hak mereka tidak boleh dirugikan, yaitu hak untuk mendapatkan pesangon sesuai UU Ketenagakerjaan 13/2003," kata Arief.

Arief kemudian memberi sanran kepada 75 pegawai yang merasa tidak puas atas hasil TWK yang mengakibatkan tidak memenuhi syarat untuk menjadi ASN.

Langkah yang tepat kata Arief adalah mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial.

Detail saran Arief adalah dengan melalui serikat pekerja di KPK yang bernama Wadah Pegawai KPK dengan terlebih dahulu berkirim surat ke Disnaker.

"Melalui serikat pekerja di KPK yang bernama Wadah Pegawai KPK di mana ke 75 pegawai yang tidak lulus TWK bagian dari organisasi Wadah Pegawai KPK bisa melakukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial, dengan lebih awal membuat surat terlebih dahulu ke Disnaker agar dimediasikan dengan KPK," pungkas Arief.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya